BI Bengkulu Siapkan 97 Titik Layani Penukaran Uang Pecahan

BENGKULU, KBRN: Bank Indonesia Provinsi Bengkulu memproyeksikan kebutuhan uang kartal masyarakat mengantisipasi puasa dan Idul Fitri 1442 H/ 2021 mencapai Rp1,49 triliun yang terbagi menjadi Rp1,37 triliun untuk pecahan besar dan Rp129,5 miliar untuk pecahan kecil. Jumlah ini mengalami peningkatan 71,76 persen dibandingkan realisasi uang kartal puasa Ramadhan-Idul Fitri tahun lalu.

Pada tahun 2021, Bank Indonesia Provinsi Bengkulu telah berkoordinasi dengan perbankan untuk membuka layanan penukaran sebanyak 97 titik tersebar di seluruh Provinsi Bengkulu.

Selain pemenuhan kebutuhan uang pecahan kecil, Bank Indonesia juga menyediakan penukaran UPK75 ribu kepada perbankan dan masyarakat. Sampai dengan bulan April 2021, realisasi UPK75 ribu sudah mencapai 36,97%. Adapun teknis penukaran UPK75 ribu dapat dilakukan langsung ke Bank Indonesia dan perbankan di seluruh Provinsi Bengkulu.

Perkembangan non tunai menunjukkan indikasi yang serupa, dimana kegiatan transaksi RTGS perbankan tumbuh 18,95% (qtq) pada TW-I 2021. Serta, penggunaan QRIS semakin meningkat terindikasi dari meningkatnya jumlah merchant yang menggunakan QRIS yang mencapai 40.710 merchant sampai dengan April 2021 yang tumbuh sebesar 244,71% (yoy) dibandingkan periode yang sama sebelumnya. Hal ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan dan kesadaran manfaat pembayaran non tunai melalui QRIS khususnya selama pemberlakuan physical distancing.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu Joni Marsius mengatakan, untuk pemenuhan kebutuhan uang kartal masyarakat puasa dan lebaran tersebut, Bank Indonesia melakukan beberapa strategi.

"Bank Indonesia tetap melakukan layanan penukaran uang pecahan kecil dengan optimal melalui perbankan atau wholesale untuk menghindari kegiatan penukaran secara bersamaan ke Kantor Bank Indonesia atau pusat keramaian dengan tetap memperhatikan aspek physical distancing dan keprotokolan COVID-19 dalam melayani penukaran," katanya saat gelar press rilis via zoom, Kamis (29/4).

Lalu, untuk daerah di luar Kota Bengkulu, Bank Indonesia telah mengoptimalkan keberadaan Kas Titipan Bank Indonesia di Manna, Mukomuko dan Lubuklinggau untuk melakukan kegiatan penukaran yang juga tetap memperhatikan syarat dan ketentuan pada poin pertama.

"Sehubungan dengan protokol untuk menghentikan penyebaran COVID-19 di daerah, kegiatan kas keliling Bank Indonesia retail atau langsung kepada masyarakat untuk periode Ramadhan-Idul Fitri 2021 tidak dilakukan," imbuhnya.

Selain itu, Bank Indonesia telah berkoordinasi dengan perbankan di Bengkulu untuk optimalisasi loket penukaran di masing-masing bank dengan menerapkan aspek physical distancing dan higienis. Bank Indonesia akan melakukan komunikasi kepada masyarakat melalui berbagai media terkait lokasi-lokasi penukaran, katanya.

Lebih lanjut, kata Joni Marsius, Bank Indonesia selalu mendorong penggunaan non tunai pada pandemi COVID-19 melalui kebijakan sebagai berikut:

1. Mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional melalui kebijakan pricing sknbi dan suku bunga kartu kredit, antara lain:  a. Memperpanjang masa berlakunya kebijakan pricing SKNBI sebesar Rp1 dari BI ke bank dan maksimum Rp2.900 dari bank kepada nasabah dari semula berakhir 30 Juni2021 menjadi sampai dengan 31 Desember 2021; b. Melakukan pendalaman kajian kebijakan kartu kredit yang mencakup penurunan suku bunga kartu kredit dan nilai denda keterlambatan pembayaran KK.

2. Mendorong akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan yang inklusif dan efisien, antara lain: a. Meningkatkan limit transaksi QRIS semula Rp2 juta menjadi Rp5 juta berlaku sejak 1 Mei 2021; b. Menurunkan MDR QRIS untuk merchant kategori BLU/PSO semula 0,7% menjadi 0,4% berlaku sejak 1 Juni 2021; c. Memperkuat edukasi dan sosialisasi QRIS baik dari sisi supply dan demand;d. Memperkuat infrastruktur pembayaran digital dan meningkatkan literasi digital dalam rangka mendorong digitalisasi e. UMKM dan elektronifikasi transaksi keuangan Pemerintah Daerah.

3. Melakukan langkah antisipatif dalam rangka idul fitri 2021 antara lain: a. Memastikan keamanan, kehandalan, dan kelancaran SP, kesiapan operasional SP yang diselenggarakan BI maupun industri; b. Memastikan penyediaan ULE higienis, distribusi dan persediaan uang berkualitas; c. Memastikan transaksi non tunai cepat, mudah, murah, aman, handal dan

4. Memperluas layanan kas khususnya penukaran uang oleh perbankan serta edukasi rupiah kepada masyarakat terutama pada bulan ramadhan dalam rangka mengakselerasi program cinta bangga dan paham rupiah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00