Pemerintah Diminta Perbanyak Program Pelibatan Milenial Dalam Pembangunan Ekonomi

KBRN, Bengkulu : Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu mencatat jumlah penduduk Bumi Rafflesia pada 2020, didominasi oleh Generasi Z dan Millenial.

Bahkan jumlahnya mencapai 56.02 persen dari total penduduk Bengkulu yang berjumlah 2,01 juta.

Sementara yang berada di usia produktif, dengan rentang umur 15 hingga 64 tahun berjumlah 70,74 persen.

Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief menuturkan, besarnya populasi penduduk generasi produktif di Bengkulu menjadi modal human capital yang potensial dalam mengawal pembangunan yang berkualitas dan berkelanjutan.

"Yang produktif ini kalau bisa digerakkan semua punya peran paling besar dalam membangun daerah. Apalagi mayoritas berusia muda. Kita adalah pilar, pengawal pembangunan, tapi dengan catatan, selama mampu membangun ekonomi yang dipadukan dengan teknologi informasi dan komunikasi terkini," kata Hj Riri Damayanti John Latief, Rabu (28/4/2021).

Riri menjelaskan, jumlah generasi Z dan millenial tersebut merupakan generasi yang lahir ketika teknologi internet sudah mulai dikenal. Oleh karena itu kekuatan milenial tidak bisa dipandang sebelah mata. Mengingat mereka bisa memimpin pertumbuhan kekuatan ekonomi digital yang kedepan akan semakin rumit dan canggih yang tidak lagi mampu dijangkau sama generasi tua.

“Saya mengingatkan bahaya banyaknya betebaran berita bohong dan cabul di media sosial yang ketika dikonsumsi dapat merusak mental generazi Z dan milenial. Lalu pandemi covid-19 juga membuat ketergantungan manusia akan teknologi digital semakin tinggi. Makanya saya minta pemerintah mulai memperbanyak program pelibatan sumber daya milenial dalam pembangunan ekonomi Indonesia untuk menekan tingkat pengangguran yang semakin tinggi," tegas Ketua Umum Pemuda Jang Pat Petulai (PJPP) ini.

Lebih lanjut Senator Bengkulu ini menilai, Presiden Joko Widodo punya komitmen yang kuat untuk merangkul milenial dalam lembaga pemerintahan yang dibuktikan melalui masuknya sejumlah orang mengisi posisi penting di kementerian hingga lingkaran terdekatnya di Istana Negara.

"Musuh terbesar milenial adalah kurangnya pendidikan dan akhlak. jadi tugas pemerintah sebenarnya bukan hanya kasih jabatan kepada milenial yang memang dibesarkan oleh lingkungan terpelajar, tapi mengangkat harkat dan martabat milenial miskin agar punya banyak kesempatan belajar dan menjadi baik," demikian Hj Riri Damayanti John Latief.

Data terhimpun, sensus terbaru BPS mencatat jumlah penduduk Bengkulu sebanyak 2.010.670 jiwa, terdiri atas penduduk laki-laki sebanyak 51,18 persen atau sebanyak 1.029.137 jiwa dan penduduk perempuan sebesar 48,82 persen atau sebanyak 981.533 jiwa.

Dua juta lebih penduduk Bengkulu tersebut tersebar di 10 kabupaten dan kota. Kota Bengkulu, Rejang Lebong dan Bengkulu Utara rata-rata jumlah pnduduk di tiga daerah ini di atas 200.000 jiwa.

Sementara di Seluma, Bengkulu Selatan, Bengkulu Tengah, Mukomuko, Kaur, Kepahiang, dan Lebong rata-rata di bawah 170.000 jiwa.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00