Pemprov Bengkulu Pastikan Stok Bapok Selama Bulan Ramadan Tersedia

KBRN, Bengkulu : Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah memastikan ketersediaan bahan pangan dari pemerintah, cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan hingga Idul Fitri 1442 Hijriah.

Pernyataan itu disampaikan Gubernur saat memberikan empat catatan dalam rapat koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bengkulu.

Untuk diketahui, TPID Provinsi Bengkulu yang terdiri dari Bank Indonesia, Satgas Pangan, Bulog, serta kepala daerah bupati dan wali kota.

Menurut Gubernur, dengan ketersediaan itu juga diminta para Buparti dan Wali Kota menyusun langkah pengendalian inflasi saat Ramadan yang ditandai naiknya sejumlah harga bahan pokok (bapok).

"Stok bahan pangan itu cukup tersedia hingga Idul Fitri nanti. Tapi untuk memastikannya lagi, agar seluruh distributor tidak melakukan penimbunan bahan pokok sehingga menimbulkan kelangkaan dan memicu kenaikan harga,” kata Gubernur pada Rabu, (14/4/2021).

Selain itu Gubernur menyampaikan, untuk ketersediaan bapok ini juga agar melakukan operasi pasar di setiap kabupaten dan kota, serta terus memantau harga jual di pasar-pasar tradisional.

Kemudian, meminta Bulog dan Bank Indonesia memastikan pembangunan toko tani Indonesia dan toko pangan lestari didirikan secara merata.

“Kepada TPID dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk menjalankan program 4 K atau keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif, sembari juga senantiasa harus mempererat koordinasi dan sinergi pada kegiatan pengendalian inflasi, khususnya dalam mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional atau PEN," paparnya.

Sementara itu, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu Joni Marsius mengatakan pandemi Covid-19 menyebabkan pertumbuhan ekonomi Bengkulu terkontraksi pada tahun 2020 sebesar minus 0, 02 persen perbandingan pertahun (YoY).

Hanya saja, kinerja pertumbuhan ekonomi Bengkulu sejak awal tahun 2021 diperkirakan lebih baik, kendati kondisi itu akan sangat tergantung dari efektivitas program vaksinasi Covid-19 yang sedang dilakukan pemerintah.

Selain itu Joni menilai, membaiknya pertumbuhan ekonomi akan mendorong adanya peningkatan level konsumsi masyarakat, yang pada akhirnya akan memberikan tekanan harga komoditas persisten inflasi.

Indikasi tersebut mulai tampak dari adanya peningkatan inflasi triwulan I 2021 sebesar 1,45 persen (YoY) yang meningkat dibandingkan dengan posisi pada triwulan IV 2020 sebesar 0,89 persen YOY.

"Perlu menjadi perhatian kita semua, jangan sampai pemulihan ekonomi yang sedang terjadi terganggu oleh adanya peningkatan tekanan inflasi," tutup Joni.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00