Datangkan PAD, Bimex Kelola Jembatan Timbang Pelabuhan Pulau Baai

KBRN, Bengkulu : Untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu mendorong Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perusahaan Daerah (PD) Bimex untuk mengelola jembatan timbang di Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu.

Wakil Gubernur Bengkulu Rosjonsyah menyebutkan, keterlibatan perusahaan BUMD dalam pengoperasian jasa kepelabuhan dapat mendukung pelaksanaan kerjasama antara PT. Pelindo II Cabang Bengkulu dengan eksportir hasil pertanian.

Dengan demikian dapat tercipta stabilitas harga komoditas perkebunan, seperti kelapa sawit.

“Kita ingin BUMD maju dan hebat agar mampu menambah PAD lewat pemanfaatan jembatan timbang di kawasan Pelindo II yang sangat potensial," kata Wagub Rosjonsyah pada Selasa, (13/4/2021).

Wagub Bengkulu juga meminta, PD Bimex ikut mengelola hasil bumi yang potensial untuk di ekspor seperti, minyak kelapa sawit (CPO), pala, pinang, kulit manggis, cengkeh, kopi dan cangkang kelapa sawit.

Mengingat, permintaan pasar mancanegara terhadap komoditas tersebut, saat ini sangat tinggi, sehingga jika PD Bimex bisa menampung hasil pertanian itu dan di ekspor melalui Pelabuhan Pulau Baai, akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dan memberi kesejahteraan bagi petani.

"Bengkulu memiliki semua hasil bumi dari masyarakat, dapat ditampung dan disalurkan atau di ekspor lewat pelabuhan Pulau Baai, sehingga harganya akan melonjak dan petani menjadi sejahtera," jelasnya.

Sementara itu, General Manager PT Pelindo II Cabang Bengkulu Titah Yudhana mengatakan, dorongan dari Pemprov merupakan bagian dari rencana pengusulan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Pelabuhan Pulau Baai. Bahkan manajemen PT Pelindo II Cabang Bengkulu telah menyiapkan lahan seluas hektare di pelabuhan untuk dijadikan kawasan industri.

Terlebih, pihaknya juga telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT. Agro Mega Perkasa tentang pemanfaatan lahan di Pelabuhan Pulai Baai untuk pengolahan kernel.

"AMP sudah mengajukan pemanfaatan lahan seluas 6 hektare. Kemudian PD Bimex juga telah mengajukan. Pelindo siap menyediakan 5 hektare dan ada juga PTPN yang menyediakan 5 hektar lagi untuk dibangun sentra kuliner sesuai usul Wakil Gubernur tadi," tukas Titah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00