DPD RI Awasi Pengelolaan Pupuk Bersubsidi di Daerah

Hj Riri Damayanti John Latief

KBRN, Bengkulu : Pemerintah memiliki banyak kepentingan untuk mengatur pengadaan dan pendistribusian pupuk kepada seluruh petani, sehingga setiap petani dapat mendapatkannya dengan asas enam tepat, yaitu tepat jenis, jumlah, harga, waktu, tempat dan mutu.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) Hj Riri Damayanti John Latief mengatakan, pupuk merupakan salah satu komoditas strategis, sehingga masuk dalam kelompok barang yang peredarannya diawasi.

"DPD ingin memastikan bahwa di semua daerah, di Bengkulu, di kabupaten/kota, setiap petani dapat pupuk dengan kualitas bagus, agar produksinya meningkat, petani sejahtera dan berkontribusi menciptakan ketahanan pangan nasional," kata Riri Damayanti John Latief pada Rabu (24/2/2021).

Riri memaparkan, Komite II DPD RI tengah melakukan pengawasan mengenai berbagai langkah pengelolaan pupuk bersubsidi di daerah pemilihan masing-masing. "Jangan ada kelangkaan pupuk. Jangan ada ekspor pupuk yang tidak terkontrol. Jangan ada petani kecil yang tidak mendapatkan pupuk bersubsidi. Segera data semua petani dan kelompok tani dalam sistem e-RDKK (elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok)," imbuh Senator Riri.

Senator Bengkulu menyayangkan, naiknya Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi tahun 2021 yang membuat harga pupuk bersubsidi di tengah ketidakpastian ekonomi akibat pandemi juga naik.

"Jelas ini akan membuat petani kesulitan untuk pulih di tengah pandemi. Mungkin bagi sebagian petani ada yang menganggap wajar kenaikan ini asalkan cara mendapatkan pupuknya mudah dan kualitasnya bagus," tegas Riri Damayanti.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, akhir tahun lalu Kementerian Pertanian telah menunjukkan atensinya mendorong pertumbuhan sektor pertanian di Bengkulu dengan menggelontorkan berbagai bantuan.

"Tapi DPD tetap akan menjalankan fungsi pengawasannya. Salah satu poin yang ingin digali pada kesempatan kali ini adalah tentang return yang diperoleh negara dari subsidi pupuk. Apa letak inti permasalahan pupuk bersubsidi di daerah, bagaimana cara pemerintah daerah menanggulanginya, apakah berkontribusi terhadap produksi pertanian dan lain sebagainya," demikian Riri Damayanti John Latief.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00