FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Vaksinasi Tahap II, Bengkulu Dijatah 13 Ribu Vaksin Nusantara

KBRN, Bengkulu : Provinsi Bengkulu segera menerima tambahan 13 ribu vial vaksin untuk vaksinasi tahap II yang akan menyasar profesi pelayanan publik.

“Berbeda dengan sebelumnya, kali ini vaksin yang akan diterima bukanlah vaksin Sinovac seperti sebelumnya, melainkan vaksin Nusantara. diharapkan dalam Minggu ini vaksin tersebut telah tiba, karena dari surat yang di terima jumlahnya sebanyak 13 ribu dosis/vital," ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, dalam keterangannya.

Herwan mengakui, sebanyak 13 ribu vaksin tersebut memang masih jauh jika dibandingkan dengan masyarakat yang bekerja sebagai pelayanan public di wilayah Bengkulu. Hanya saja Herwan meyakin nantinya bakal ada tambahan lagi, mengingat dalam penyaluran vaksin ini dilakukan secara bertahap.

"Apabila kebutuhannya tidak cukup, karena jumlah pelayanan publik kita yang masih terus didata diperkirakan jumlahnya ratusan ribu. Jadi, pusat akan kembali mengirim lagi secara bertahap sesuai dengan ketersediaan di pusat," jelasnya pada Rabu, (24/2/2021).

Ditanya mengenai efektivitas vaksin Nusantara sendiri, Herwan menyebutkan belum mengetahui pastinya, meskipun vaksin itu juga berasal dari Cina dengan peracikannya dilakukan di PT. Bio Farma Bandung. Mengingat untuk vaksin Sinovac sebelumnya sudah jelas efektivitasnya 60,5 persen.

Selain itu untuk vaksinasi tahap kedua bagi pelayanan publik diakui, saat ini pendaftarannya sudah dimulai via Email. Bahkan pihaknya juga sudah meminta Kabupaten/Kota melalui Dinas terkait untuk mengakomodirnya.

"Data dari Kabupaten Kota nanti akan dikirimkan ke email pusat. Data itulah juga yang nanti akan jadi angka target sasaran kita dalam melaksanakan vaksinasi tahap kedua di Bengkulu. Apalagi untuk teknis vaksnasi Nusantara sendiri, masih sama dengan vaksinasi Sinovac. Di mulai dari proses skrining, cara penyuntikan dan juga tempat pelaksanaan vaksinasi itu sendiri. Hanya saja sesuai dengan instruksi Kementerian Kesehatan yang terbaru, ada beberapa perubahan seperti suhu penyimpanan vaksin. Lalu yang punya penyakit kronis diantaranya jantung, termasuk ibu menyusui dan lansia," demikian Herwan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00