Wacana Jalan Tembus Lebong-Merangin, DPRD Prov Bengkulu Pastikan Gagal

KBRN, Bengkulu : Rencana pembangunan jalan tembus antara Sungai Lisai Kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebong menuju desa Muara Madras, Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin Provinsi Jambi, dipastikan tidak bisa terealisasi.

Hanya saja tetap ada alternatif lain, yakni dari titik yang sama di Kabupaten Lebong menembus desa Sungai Keradak, Kecamatan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun.

Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, Drs. Sumardi, MM mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan DPRD, Bappeda, dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Merangin, serta Balai Besar Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS).

Dari koordinasi yang bertujuan untuk menindaklanjuti rencana pembukaan konektivitas antara Provinsi Bengkulu dengan tetangga, yakni Sumatera Barat, Jambi, dan Sumatera Selatan, tidak bisa direalisasikan.

Lantaran harus membelah kawasan TNKS yang cukup panjang, dan diketahui lokasi itu merupakan perlintasan dan habitat satwa liar yang sebagian besar dilindungi.

“Di lokasi itu juga ada masyarakat Serampas di wilayah desa Muara Madras yang masih menjunjung tinggi keberadaan hutan adat. Jadi karena sulit mewujudkan jalan tembus Lebong, tepatnya dari desa Sungai Lisai menuju desa Muara Madras Kabupaten Merangin, maka disarankan tembusnya ke Kabupaten Sarolangun," kata Sumardi pada Sabtu, (23/1/2021).

Sumardi menjelaskan, saran jalan tembus itu, tepatnya dari desa Sungai Lisai nantinya tembus ke desa Sungai Keradak Kecamatan Batang Asai, Sarolangun. Apalagi dari sisi jarak, sebenarnya cukup singkat, yakni 21 Km dan prosesnya tidak terlalu sulit.

“Jika tetap dipaksakan dari Sungai Lisai ke Muara Madras, Merangin itu jaraknya malah makin jauh yakni 35 KM," kata politisi Golkar ini.

Lebih lanjut

Lebih jauh ditambahkan, seiring dengan itu antara Kabupaten Merangin dengan Sarolangun juga sudah menjajaki jalan tembus dari desa Sungai Keradak menunju Muara Madras.

Bahkan tahun ini, merupakan tahun kedua kabupaten di Provinsi Jambi mulai merealisasikannya.

“Seperti nya itu bisa terwujud. Kita akan bahas dan jika terealisasi ditargetkan tahun depan sudah di mulai," demikian Sumardi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00