Cegah Terjadinya Bencana, 2.000 Ha Hutan di Bengkulu Direhabilitasi

KBRN, Bengkulu : Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Hutan Lindung (BPDASHL) Ketahun, Provinsi Bengkulu, akan merehabilitasi kawasan hutan kritis seluas 2.000 Hektare (Ha) di Daerah Aliran Sungai (DAS) Lemau, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu.

Hal itu dilakukan untuk mencegah terjadinya bencana alam, khususnya banjir dan tanah longsor.

“Rehabilitasi itu bertujuan untuk menjaga agar daerah tersebut, tetap menjadi kawasan tangkapan air, sehingga bisa mengantisipasi terjadinya bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor saat musim penghujan,” ungkap Kepala BPDASHL Ketahun, Bengkulu Irpana Nur, dalam keterangannya.

Menurut Irpana, dipilihnya kawasan tersebut karena kondisinya rusak, akibat perambahan dan pembalakan kayu yang dilakukan secara ilegal.

Hanya saja mengenai seberapa luasan lahan hutan kritis di kawasan DAS Lemau itu, diakui, pihaknya belum mengetahui secara pasti. Tetapi yang jelas rehabilitasi akan dilakukan tahun ini.

“Rehabilitasi kawasan dilakukan dengan cara menanam tanaman kayu dan buah-buahan,” ujarnya pada Rabu, (20/1/2021).

Lebih lanjut ditambahkan, dengan adanya rehabilitasi kawasan tersebut juga dapat menjaga pasokan air untuk mencukupi kebutuhan masyarakat sekitar, agar tidak sampai kekeringan.

"Dengan merehabilitasi itu bisa mengurangi resiko kekeringan," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00