Rawan Bencana, Senator Riri Cek Kesiapan BPBD Kota Bengkulu

KBRN, Bengkulu : Berdasarkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebanyak 136 bencana alam terjadi di Indonesia sepanjang bulan Januari atau dalam kurun waktu 1 hingga 16 Januari 2021.

Bahkan bencana alam itu telah menelan korban jiwa 80 orang dan luka-luka 858 orang.

Dengan kejadian tersebut, memantik kekhawatiran bagi Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Hj. Riri Damayanti John Latief yang melakukan kunjungan kerja ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu pada Senin (18/1/2021).

"Saya ingin melihat langsung kesiapan Bengkulu dalam menghadapi bencana. Apa-apa kendalanya, apa masalah yang dihadapi, apa ancaman atau bahaya yang kira-kira akan dihadapi dan lain-lain. Alhamdulillah, setelah meninjau langsung, meski ada beberapa keterbatasan, sejauh ini saya lihat Bengkulu cukup siap," kata Riri Damayanti.

Setelah menginventarisir sejumlah persoalan, Riri berkomitmen untuk menyampaikan kendala-kendala dan masalah yang dihadapi oleh BPBD Kota Bengkulu kepada pihak terkait di pusat.

"Saya selaku anggota DPD juga siap bekerjasama dengan erat untuk mengadakan sosialisasi budaya sadar bencana kepada segenap lapisan warga masyarakat," ungkap Riri.

Senator Bengkulu juga menyatakan keprihatinan dan duka yang mendalam bagi seluruh korban jiwa atas bencana-bencana yang terjadi akhir-akhir ini. Mulai dari jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air, Banjir Kepulauan Riau, Banjir Sumbar hingga Gempa Majene Sulawesi Barat.

"Semoga semua yang menjadi korban meninggal dalam keadaan khusnul khatimah. Mari tingkatkan kesadaran dan kewaspadaan. Insya Allah Bengkulu siap selamat dari bencana!" seru Riri Damayanti.

Sementara kedatangan Hj Riri Damayanti John Latief langsung disambut oleh Kepala BPBD Kota Bengkulu Selupati.

Pria yang khas dengan kumis tebalnya ini menyambut baik kunjungan kerja senator muda tersebut ke badan yang ia pimpin.

"Kendala yang paling utama adalah minimnya dana operasional yang kita miliki. Ada juga masalah sumber daya manusia yang terbatas, khususnya yang terlatih dalam menghadapi bencana," ujar Selupati.

Pria yang dikenal ramah dan baik hati terhadap insan jurnalis ini mengungkapkan, pada sisi sarana prasarana, BPBD Kota Bengkulu membutuhkan tambahan perahu karet, perahu lipat, kendaraan four wheel drive atau 4WD, telepon satelit, mobil toilet umum, mobil dapur umum dan urban SAR.

"Kami juga berharap bangunan shelter tsunami untuk tempat evakuasi sementara milik pemerintah provinsi di Kelurahan Padang Serai bisa direhab," papar Selupati.

Pria yang telah diberikan banyak amanah untuk memimpin sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Kota Bengkulu ini menambahkan, pada tahun 2020 BPBD Kota Bengkulu telah merespon 46 bencana yang terjadi di Kota Bengkulu. "Alhamdulillah untuk wabah covid-19 BPBD bersinergi dengan berbagai pihak dan sampai hari ini kita masih terus siaga. Secara kelembagaan kita sendiri sudah mengeluarkan rekomendasi-rekomendasi yang dibutuhkan untuk menekan penyebaran covid-19 di Kota Bengkulu," demikian Selupati.

Dibagian lain dalam kunjungan ini, Hj Riri Damayanti John Latief menyerahkan bantuan dan saling bertukar cinderamata.

Di akhir kunjungan, Kepala BPBD Kota Bengkulu Selupati juga mengajak Senator Riri untuk meninjau sarana dan prasarana yang dimiliki instansinya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00