Latih Nakes Tangani Pasien Covid 19, Pemprov Bengkulu Gandeng UNIB

KBRN, Bengkulu : Mengatasi Rumah Sakit M Yunus (RSMY) Bengkulu yang saat ini mulai kekurangan tenaga medis (nakes) untuk merawat pasien konfirmasi positif Covid 19, lantaran jumlahnya terus bertambah banyak, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu akan mengandeng Universitas Bengkulu (UNIB).

Kerjasama yang dilakukan untuk melatih nakes yang juga memiliki fakultas kedokteran itu, akan membantu menangani pasien positif Covid 19.

“RSMY selaku rumah sakit rujukan saat ini kekurangan nakes untuk merawat pasien Covid 19. Jadi kita (Pemprov,red) bekerjasama dengan UNIB untuk memberikan pelatihan bagi nakes dalam membantu penanganan pasien Covid 19 yang di rawat,” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu Hamka Sabri, ketika menyikapi RSMY Bengkulu membutuhkan tenaga relawan kesehatan untuk merawat pasien Covid 19.

Hamka menjelaskan, meski tidak menyebut besaran dananya, namun Pemprov juga telah menyediakan anggaran dana untuk melatih nakes.

Dengan tahap awal pelatihan akan diprioritaskan bagi nakes yang selama ini bekerja di rumah sakit rujukan. Namun, jika nantinya jumlah nakes itu belum mencukupi, maka pelatihan juga akan di buka untuk relawan yang menguasai bidang ilmu kesehatan.

"Jadi tenaga kesehatan yang ada dulu yang kita bikin terampil. Tapi apabila tidak memungkinkan lagi, baru nanti kita akan merekrut relawan," ucapnya pada Rabu, (25/11/2020).

Sementara itu, sebelumnya Direktur RSMY Bengkulu Zulkimaulub menyebut, pihaknya saat ini kekurangan nakes untuk menangani pasien positif Covid 19.

Mengingat untk jumlah pasien positif Covid19 tidak sebanding lagi dengan jumlah nakes yang menanganinya.

Selama ini diakui, sebanyak empat orang nakes dalam satu shift bertanggungjawab merawat 12 orang pasien positif. Tetapi saat ini empat orang nakes harus merawat 12 orang pasien.

"SDM yang ada saat ini sudah masuk ke waktu kerja atau jumlah kerja yang melebihi kerja yang seharusnya dilakukan, tentu dari segi kemampuan mereka dan kualitas pelayanan kita harus maklumi," paparnya.

Lebih lanjut Zulki berharap, dengan kekurangan nakes itu juga tidak bisa ditutupi dengan menugaskan nakes lainnya yang ada di rumah sakit. Pasalnya nakes yang khusus merawat pasien Covid 19 tersebut ditentukan berdasarkan kriteria tersendiri, salah satunya tidak memiliki penyakit.

“Solusi untuk membantu meringankan kerja nakes di ruang isolasi Covid-19 dengan merekrut relawan,” tutup Zulki.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00