Mewaspadai Multiancaman Bencana, Bengkulu Agar Dapat Diperhatikan Khusus

Hj. Riri Damayanti

KBRN, Bengkulu : Komite II Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) terus membahas substansi materi RUU tentang Penanggulangan Bencana, khususnya mengenai peran masyarakat dan pemerintah dalam sistem penyelenggaraan Penanggulangan Bencana.

Anggota Komite II DPD RI Hj Riri Damayanti John Latief mengaku terus melakukan inventarisasi masalah terhadap persoalan-persoalan kebencanaan yang terjadi di Bengkulu, untuk disampaikan kepada instansi terkait seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Artinya harus mendapatkan perhatian serius, terutama dari BNPB dan pemerintah daerah.

“Peringatan mengenai adanya multiancaman bencana itu, telah banyak diungkapkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Yang jadi masalah bukan hanya bencana alamnya itu sendiri. Tapi ketika terjadi di masa pandemi covid-19. Membantu korban bencana di masa normal mungkin petugas sudah cukup terlatih, tapi membantu korban dengan menerapkan protokol kesehatan, apakah Bengkulu benar-benar siap? Ini akan jadi sebuah problem baru," ungkap Riri pada Senin (23/11/2020).

Secara khusus Riri meminta kepada instansi terkait, untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kesiapan mitigasi bencana dengan protokol kesehatan, seiring adanya prediksi pengamat mengenai adanya kemungkinan gempa dan tsunami paska gempa magnitudo 6,9 dan 6,8 yang mengguncang Bengkulu 19 Agustus 2020 yang lalu.

"Saya berharap Bengkulu jauh dari bencana. Bukan hanya gempa, tapi juga dari banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, gelombang ekstrem dan abrasi, kebakaran hutan dan lahan, kekeringan dan tsunami. Tapi kalau bencana terjadi, korban jiwa dan harta benda harus diminalisir sekecil mungkin. Siapkan jangan hanya pelatihan-pelatihannya, tapi juga anggarannya harus cukup untuk menghadapi semua resiko yang mungkin akan terjadi," harap Riri.

Bukan hanya bencana yang terjadi karena faktor alam, Senator Bengkulu ini menambahkan, namun juga karena faktor rusaknya lingkungan akibat aktifitas perkebunan atau pertambangan.

"Kenali semua bahaya bencana ini. Yang paham dampak dan resikonya, sampaikan kepada keluarga dan warga sekitar yang belum paham untuk selalu waspada dan siaga. Pandemi covid-19 jangan melalaikan kewaspadaan kita terhadap ancaman bencana alam yang tidak dapat diprediksikan kapan terjadi," demikian Riri Damayanti.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00