Pengesahaan RAPBD Provinsi Bengkulu Tahun 2021 Ditargetkan Tepat Waktu

KBRN, Bengkulu : DPRD Provinsi Bengkulu masih tetap akan mengupayakan agar pengesahaan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Provinsi tahun anggaran 2021 menjadi Peraturan Daerah (Perda), dapat disahkan paling cepat pada akhir bulan November 2020 ini.

“Mengacu pada aturan, memang pengesahaan APBD dilakukan pada 30 November. Artinya masih ada sisa waktu lebih kurang satu minggu kedepan, kita (DPRD,red) akan kejar agar RAPBD menjadi Perda bisa diselesaikan tepat waktu. Hanya saja, jika tidak bisa terealisasi, ditargetkan sudah disahkan dalam minggu pertama bulanDesember 2020,” ungkap Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Bengkulu Sumardi, dalam keterangannya.

Menurut Sumardi, tujuan RAPBD bisa disahkan pada akhir November ini, agar dalam tahap verifikasi di Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) selama 14 hari, tidak ada hambatan hingga pertengahan bulan depan. Mengingat setelah selesai akan dikembalikan lagi ke daerah untuk disahkan kembali oleh lembaga DPRD Provinsi dan per-1 Januari 2021, APBD yang sudah menjadi Perda itu bisa direalisasikan.

“Pembahasan RAPBD kali ini memang sedikit terlambat, karena sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemprov Bengkulu masih ada yang belum memasukan pokok pikiran (pokir) rencana program pembangunan ke sistem yang baru yakni, Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD), terkoneksi secara nasional. Makanya, kita saat ini menunggu undangan pimpinan DPRD untuk membahas RAPBD Provinsi Bengkulu tahun depan. Apalagi dalam pembahasannya nanti, juga bisa dilakukan siang dan malam. Termasuk untuk pengesahannya melalui Rapat Paripurna,” jelas Politisi Golkar ini pada Senin, (23/11/2020).

Secara terpisah, Sekda Provinsi Bengkulu Hamka Sabri menyebutkan, untuk KUA PPAS RAPBD Provinsi Bengkulu tahun depan sudah dimasukan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi dan saat ini tinggal menunggu penjadwalan dari pihak Banmus DPRD Provinsi untuk pembahasannya secara bersama-sama.

“Insya Allah, mudah-mudahan untuk pengesahaan RAPBD menjadi Perda masih tekejar pada 30 November ini. Kita tinggal lagi menunggu jadwal pembahasan dari DPRD Provinsi lagi,” ucapnya.

Sementara itu, Anggota Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Provinsi Bengkulu Sefty Yuslinah menyebutkan, untuk pengesahaan RAPBD Provinsi menjadi Perda dijadwalkan tetap bisa dilaksanakan pada tanggal 30 November ini. Oleh karena itu, Banmus DPRD Provinsi dapat menjadwalkan ulang dengan pihak-pihak terkait.

“Ditargetkan pengesahaan RAPBD menjadi Perda tetap diakhir bulan ini. Makanya Banmus akan segera rapat untuk menentukan jadwalnya,” tukas Sefty.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00