Gempa Beruntun, Peringatan Untuk Kesiap-siagaan Hadapi Bencana

KBRN, Bengkulu : Gempa berkali-kali menggoyang Bengkulu pada, Senin (19/10/2020) kemarin.

Di wilayah Kabupaten Mukomuko, masyarakat sempat panik dan keluar rumah, setelah merasakan guncangan kuat 3 hingga 4 detik.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat tiga gempa bermagnitudo 5 di Bengkulu.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Hj Riri Damayanti John Latief ketika menyikapi hal tersebut mengungkapkan, para ahli telah banyak menyebutkan, bahwa potensi terjadinya gempa di Bengkulu yang dapat menimbulkan kerugian ekonomi sangat besar masih terus mengintai.

"Gempa kemarin menjadi peringatan, agar kedepan Bengkulu lebih siap untuk meminimalisir dampak-dampak buruk yang akan ditimbulkan saat bumi bergetar. Ketidak-siapan dalam mengantisipasi segala hal buruk akan memporak-porandakan sebuah daerah," kata Riri Damayanti, Selasa (20/10/2020).

Riri menjelaskan, DPD RI saat ini tengah membahas RUU Penanggulangan Bencana bersama DPR RI, agar kedepan kekompakkan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat menjadikan penanganan bencana di setiap wilayah dapat lebih berkualitas.

"RUU Penanggulangan Bencana ini, kedepan mau di bikin selaras dengan UU yang lain. Misalnya, menyangkut ketentuan bangunan yang tahan gempa, larangan membangun di kawasan rawan bencana dan lain-lain. Mudah-mudahan bisa segera rampung dan diterapkan," ujarnya.

Selain itu Senator Bengkulu ini meminta, kepada pemerintah daerah terus memastikan bahwa kesiapan infrastruktur, serta simulasi penanganan gempa dan tsunami di Bengkulu telah dicek secara berkala.

"Terus terang saya belum cek ke lapangan, misal kalau bencana mengakibatkan semua listrik mati sudah ada belum upaya untuk menanganinya dengan energi alternatif? Kesiapan seperti ini jangan disepelekan. Saat kondisi darurat, listrik adalah salah satu kebutuhan penting juga dalam penanganan bencana," jelas Riri.

Lebih lanjut ia juga mendoakan, tidak ada bencana yang terjadi di Bengkulu yang mengakibatkan banyak warga terluka, trauma, kehilangan rumah, dan kerugian ekonomi yang besar.

"Kesadaran warga harus terus ditingkatkan agar keselamatan dan ketahanan membudaya, sehingga masyarakat menjadi tangguh dalam menghadapi berbagai macam bencana. Semoga Allah subhanahu wa ta'ala senantiasa menjaga Bumi Rafflesia dari semua marabahaya," tutup Riri Damayanti.

Sementara data terhimpun, Indonesia adalah salah satu dari sepuluh negara rawan gempa di dunia karena posisinya berada di ring of fire. Bahkan sejak tahun 1833 hingga saat ini telah terjadi sekira 40 kali gempa besar yang mengakibatkan kerusakan harta benda dan bangunan lainnya serta korban meninggal dunia.

Disamping itu, industri perasuransian nasional menetapkan lima zona gempa bumi di Indonesia dimana Zona 1 adalah risiko terendah, dan Zona 5 tertinggi. Sedangkan Provinsi Bengkulu masuk dalam wilayah dengan tingkat risiko gempa tertinggi atau di Zona 5.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00