Berpotensi Bikin Kerumunan,  Kampanye Bentuk Lain Ditiadakan

BENGKULU, KBRN: KPU Provinsi Bengkulu telah menetapkan nama dan nomor urut pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Bengkulu dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Tahun 2020. Mereka adalah pasangan Helmi Hasan-Muslihan dan Rohidin Mersyah-Rosjonsyah.

Ketua KPU Provinsi Bengkulu Irwan Sahputra mengatakan, nama dan nomor urut pasangan calon itu selanjutnya menjadi dasar bagi KPU untuk melaksanakan tahapan Pilkada 2020, seperti pencetakan kerta suara, sosialisasi dan alat peraga kampanye.

"Nomor urut ini nanti menjadi bahan KPU menyusun daftar pasangan calon sebagai materi sosialisasi bagi KPU ke masyarakat tentang siapa yang menjadi calon gubernur dan wakil gubernur dalam hari pemungutan suara nanti," ujar Irwan.

Selain itu, lanjut Irwan, daftar pemilih calon tersebut juga bisa dimodifikasi dengan visi dan misi calon sehingga menjadi referensi bagi masyarakat untuk untuk menentukan pilihan.

Lebih lanjut Irwan mengatakan, KPU sendiri akan memfasilitasi pencetakan alat peraga kampanye atau APK. Namun untuk desain dan ukuran APK menjadi tanggung jawab pasangan calon melaui LO-nya masing-masing.

"Jadi soal alat peraga itu akan dikoordinasikan dulu dengan LO, terkait desain dan ukurannya. KPU yang akan mencetak," tukas Irwan.

Terkait jumlah dan lokasi titik pemasangan APK, Irwan mengaku KPU belum memutuskannya.  Perihal itu masih akan dirapatkan sesuai PKPU. 

Irwan juga menjawab soal aturan terbaru soal kampanye, yakni PKPU Nomor 13 Tahun 2020. Beberapa perubahan yang penting adalah tentang metode kampanye lainnya yang ditiadakan.

"Di PKPU 13 Tahun 2020 tentang kampanye diatur bahwa kampanye dalam bentuk lain seperti kampanye dengan menggelar rapat umum, konser, deklarasi itu ditiadakan karena berpotensi bikin kerumunan," ujarnya.

Karena itu, jika ada pelanggaran, Irwan menyebut sanksi yang akan diberikan akan disesuaikan dengan regulasi yang berlaku. Baik yang diatur dalam PKPU maupun aturan yang menjadi ranah instansi lainnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00