Pelantikan JPT di Tengah Pilkada, Gubernur Tunggu Persetujuan Mendagri

KBRN, Bengkulu : Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu masih harus menunggu persetujuan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri), untuk melantik pejabat eselon II di lingkungan Pemprov yang dihasilkan dari proses seleksi Jabatan Pimpinan Tertinggi (JPT) yang telah selesai beberapa waktu lalu.

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengaku, sebelum dilakukan pelantikan pejabat untuk mengisi kekosongan sejumlah jabatan eselon II di lingkungan Pemprov, pihaknya tetap menunggu satu lagi persetujuan, yakni dari Mendagri.

Sedangkan untuk nama-nama yang masuk 3 besar saat proses seleksi lalu, sudah disampaikan, sehingga tinggal menunggu persetujuan dimaksud lagi.

“Dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) tidak ada permasalahan lagi, karena sudah menyatakan proses seleksi yang dilakukan sudah berjalan benar, sah dan sudah ditindaklajuti. Oleh karena itu tinggal dari Mendagri, karena setelah dikantongi, baru bisa dilakukan pelantikan terhadap pejabat bersangkutan,” kata Gubernur  pada Selasa, (22/9/2020).

Sementara itu, sebelumnya Anggota Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring, menyampaikan, penempatan pejabat eselon II yang dihasilkan dari seleksi JPT, harus sesuai dengan komptensinya masing-masing. Mengingat jika tidak khawatir nantinya malah tidak bisa bekerja, terutama dalam mewujudkan kemajuan daerah, dan Gubernur bisa-bisa mendapatkan penilaian kurang baik dari masyarakat Bengkulu.

"Apabila pejabat yang diberikan jabatan tidak sesuai dengan kompetensinya, kita khawatir nanti malah tidak bisa bekerja," pungkas Usin.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00