Reses Legislator, Warga Keluhkan Belajar Daring Hingga Persoalan Infrastruktur

KBRN, Bengkulu : Dari pelaksanaan reses yang dilaksanakan Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Sumardi, menjaring aspirasi masyarakat di tengah pandemi Covid 19 , warga sebagai orang tua maupun walimurid menyampaikan keluhan, terkait sistem belajar mengajar dalam jaringan atau daring.

Seperti disampaikan salah seorang warga RT 25 Kelurahan Sukarami, Kota Bengkulu Alfian.

Menurutnya, sistem pembelajaran secara online yang membutuhkan jaringan internet tersebut cukup menjadi persoalan baginya dan tidak menutup kemungkinan orang tua lainnya.

Diantara keluhannya, dalam satu minggu harus membeli kuota internet minimal Rp 100 ribu. Sedangkan pengajuan untuk memasang wifi kepada pihak operator seluler, beralasan tidak ada tiang untuk pasang baru.

Dengan kondisi demikian diakui Alfian, anak-anak terpaksa jika ingin melihat tugas yang diberikan guru melalui telpon seluler, haru menumpang kepada rumah tetangga yang memiliki jaringan internet.

“Saya atas nama orang tua meminta Pak Sumardi bisa menyampaikan kepada pihak operator seluler, karena jika belajar daring terus, tentu jaringan internet sangat dibutuhkan,” katanya pada Selasa, (4/8/2020).

Senada dengan itu disampaikan perwakilan RT 19, Kelurahan Sukarami Mahdi.

Mahdi mengaspirasikan lampu jalan untuk penerangan, drainase hingga pelebaran jalan.

Selain itu mewakili warga juga meminta di bangun sumur bor, karena ketika musim kemarau, kesulitan dalam mendapatkan air.

“Sebelumnya memang sudah ada sumur bor, tapi karena jumlah warga semakin banyak, agar Pak Sumardi menyampaikan kepada Pemerintah Daerah setempat supaya di bangun sumur bor untuk warga,” pintanya.

Sementara itu, Sumardi yang juga Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu menyatakan, sejumlah aspirasi warga ini akan disampaikan kepada Pemerintah Provinsi, meski ada juga yang bukan menjadi kewenangan Pemerintah Kota. Tetapi sebelumnya, hasil reses ini akan dilaporkan dulu dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Bengkulu.

“Untuk aspirasi yang menjadi kewenangan kota, agar pihak Bappeda Provinsi menyampaikan kepada Bappeda Kota. Begitu juga soal lain-lainnya akan ditindak lanjuti sesuai kewenangan, termasuk kepada operator seluler agar bisa memasang jaringan internet untuk warga,” jelas Politisi Golkar ini.

Dibagian lain ditambahkan, lantaran saat ini masih di tengah pandemi Covid 19, dan jumlah kasus konfirmasi positif terus bertambah, agar masyarakat selalu menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan kita semua memakai masker, menjaga jarak dan sering mencuci tangan, bisa terhindar dari terpapar Covid 19,” demikian Sumardi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00