Dipertanyakan, Rakor Gubernur se-Sumatera Habiskan Dana Rp. 1,7 Milyar

Edwar Samsi

KBRN, Bengkulu : DPRD Provinsi Bengkulu mempertanyakan realisasi anggaran sebesar Rp. 1,7 milyar untuk kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Gubernur se-Sumatera, yang dilaksanakan pada tahun 2019 lalu.

Dipertanyakan realisasi anggaran yang terdapat pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Bengkulu itu, karena dari perkiraan kegiatan tersebut tidak akan sampai menghabiskan banyak dana.

“Kita sedikit heran sekaligus terkejut saja, ada kegiatan Rakor Gubernur se-Sumatera, sampai menghabiskan dana APBD Provinsi Bengkulu sebesar Rp. 1,7 milyar. Apa mungkin sebesar itu menghabiskan uang rakyat,” ungkap Anggota Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, Edwar Samsi, disela-sela rapat mitra bersama Bappeda Provinsi Bengkulu, terkait realisasi anggaran dana APBD tahun 2019 lalu.

Politisi PDIP ini menjelaskan, jika dikalkulasikan sesuai dengan jumlah rombongan dari 10 Gubernur yang hadir, ditambah waktu penyelenggaraan yang hanya selama 3 hari, diperkirakan pihaknya tidak akan sampai menghabiskan dana sebesar yang dituangkan Bappeda dalam laporan pertanggung jawaban Gubernur Bengkulu tahun 2019 lalu kepada lembaga DPRD Provinsi.

Oleh karena itu, pihak legislatif telah meminta kepada pihak Bappeda untuk dapat menyampaikan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA)-nya dalam rapat lanjutan dengan lembaga DPRD Provinsi.

“Sebetulnya realisasi anggaran itu bisa dicek kepada pihak-pihak yang terlibat, seperti, penginapan. Apalagi dari keterangan yang kita peroleh, dalam kegiatan itu di pihak ke-tigakan. Jadi bisa dicross cek nantinya,” kata Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi ini pada Rabu, (8/7/2020).

Lebih lanjut Anggota DPRD Provinsi dari daerah pemilihan (dapil) Kabupaten Kepahiang ini menambahkan, mempertanyakan realisasi anggaran kegiatan Rakor Gubernur di Bengkulu pada tahun lalu tersebut, bukan maksud mencari kesalahan pihak eksekutif, tapi ingin pembenaran saja. Mengingat dinilainya sampai menghabiskan dana mencapai Rp. 1,7 milyar sangat tidak masuk akal saja.

“Dengan disampaikan RKA oleh pihak Bappeda nanti akan diketahui peruntukan dana tersebut. Tapi yang jelas sekarang kita (legislatif,red) bertanya dulu sebagai fungsi kontrol terhadap penggunaan uang daerah,” ucap Edwar.

Sementara hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak Bappeda Provinsi Bengkulu terkait penggunaan dana sebesar Rp. 1,7 milyar untuk kegiatan Rakor Gubernur se-Sumatera tahun lalu tersebut.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00