DPRD Provinsi Bengkulu Usul Bentuk Pansus Covid-19

KBRN, Bengkulu : Dalam rangka mengawasi kinerja dan anggaran Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Bengkulu, sejumlah Fraksi di DPRD Provinsi Bengkulu mengusulkan kepada pimpinan DPRD untuk membentuk Panitia Khusus (Pansus).

Usulan tersebut diinisiatori Anggota Fraksi Persatuan Nurani Indonesia Usin Abdisyah Putra Sembiring yang disampaikannya saat Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian Nota Penjelasan Gubernur atas Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Provinsi Bengkulu Tahun Anggaran 2019 (Sisa Perhitungan), pada Selasa (30/6/2020).

Menurut Usin, alasan untuk dibentuk pansus, karena ingin mengetahui realisasi anggaran yang telah dialokasikan oleh Pemerintah provinsi Bengkulu, melalui recofusing dana APBD.

"Kita menilai tidak jelasnya pengelolaan dana Covid, di Badan Anggaran (Banggar) sendiri sudah memberikan catatan pada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang mengajukan dana Rp 30,8 Milyar itu untuk masa covid, pencegahan, penanganan, rehabiltasi ekonomi perlu diketahui secara jelas peruntukannya," ujar Usin.

Dijelaskan politisi Hanura ini, ketika TAPD saat rapat bersama dengan Banggar beberapa waktu lalu, hanya memaparkan secara gelondongan saja. Namun apa yang dibelanjakan, berapa anggarannya, terkesan tidak jelas pada 3 sub, yakni Dinas Kesehatan, Rumah Sakit dan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bengkulu.

“Dari tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ini, kita minta item-itemnya, sampai hari ini juga tidak disampaikan pada DPRD Provinsi," ucapnya.

Lebih lanjut ditegaskan, pihaknya juga akan mempertanyakan apa-apa saja program yang telah dilakukan. Mengingat saat ini saja, alat PCR atau Swab test yang digunakan masih meminjam pada instansi lainnya.

"Masa test swab harus minjam, saya tidak tahu hari ini sudah ada atau belum. Tapi harus minjam, ini yang parah. Mirisnya lagi tenaga medis honorer di Rumah Sakit M Yunus tidak mendapatkan tunjangan hari raya (THR) saat hari raya Idul Fitri 1441 H lalu. Dengan alasan tidak dianggarkan dan tidak cukup anggaran. Padahal mereka yang berhadapan langsung dengan resiko pandemi tidak ada penghargaan sedikitpun,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Bengkulu Dedy Ermansyah mengaku merasa senang dengan wacana adanya pansus tersebut. Pasalnya rencana pembentukan pansus itu dinilai semakin banyak pihak yang mengawasi, maka akan semakin bagus kinerja yang akan dilakukan oleh Pemprov Bengkulu.

"Semakin banyak yang mengawasi, semakin bagus, kita menyambut baik hal itu," tukas Wagub Dedy singkat.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00