Pengajuan Nikah di Bengkulu Menurun Sejak Musim Covid-19

KBRN, Bengkulu : Kantor Wilayah Kementrian Agama (Kanwil-Kemenag) Provinsi Bengkulu menyebutkan, sejak wabah pandemi Corona Virus Disease (Covid 19), jumlah permohonan untuk menikah dari masyakakat mengalami penurunan jika dibandingkan tahun sebelumnya di wilayah Provinsi Bengkulu.

Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, H. Bustasar mengatakan, meski tidak merinci jumlah penurunan permohonan dari pasangan muda mudi untuk menikah tersebut, namun dari data yang disampaikan pihak Kantor Urusan Agama (KUA) setiap kecamatan, usulannya menurun.

“Penurunan itu terjadi sejak wabah pandemi Covid 19. Padahal jika ada yang mengajukan, KUA tetap akan memprosesnya, namun sesuai dengan protokol Covid-19, dengan membatasi jumlah peserta yang hadir dalam prosesi pernikahan yaitu sekitar 10 orang dan diatur jaraknya saat pelaksanaan akad,” ujar Bustasar ketika dihubungi pada Jumat, (29/5/2020).

Selain itu dijelaskan, tidak saja batasan sesuai protokol kesehatan pencegahan Covid 19 dalam prosesi pernikahan, tetapi juga resepsinya.

Dimana, bukan bermaksud membatasi, namun sejalan dengan imbauan pemerintah, sebaiknya resepsinya dilaksanakan setelah wabah pandemi Covid-19 redah.

"Kita sudah sampaikan sejak adanya pengumuman dari pemerintah pusat terkait sosial distancing, phisycal distancing guna menekan penyebaran Covid-19, maka untuk resepsi pernikahan sebaiknya ditunda dulu. Apalagi dalam resepsi pernikahan itu dalam riang gembira, justru akan mendatangkan penyakit,” terangnya.  

Sementara secara terpisah, salah satu pasangan yang baru menikah sebelum puasa Ramadhan 1441 Hijriah, Niko dan Dina mengaku, terpaksa menunda resepsi pernikahannya karena mengikuti himbauan Maklumat Kapolri dan Pemerintah. Bahkan sampai saat ini mereka belum bisa memastikan kapan akan menggelar resepsi pernikahan yang semestinya sudah dilakukan seusai prosesi nikahnya sekitar satu bulan setengah berlalu.

“Rencananya resepsi pernikahan setelah wabah pendemi Covid 19 ini redahnya. Tapi jika lambat redahnya, bisa-bisa tidak menggelar resepsi pernikahan nanti. Jadi cukup dengan nikah resmi saja tanpa resepsinya,” tukasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00