Komisi III DPRD Prov Bengkulu Soroti Pasokan BBM Bersubsidi Sering Habis di SPBU

KBRN, Bengkulu : Masalah persediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis premium (bensin) dan solar, sepertinya tidak kunjungan selesai.

Padahal sebelumnya baik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu maupun PT Pertamina (persero), sebelumnya sudah menjamin BBM bersubsidi tersebut, tersedia dengan cukup aman, namun temuan hampir setiap hari di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dalam kota Bengkulu, persediaannya cepat habis.

Bahkan dari pantauan berselang tidak lebih dari 4 jam, setelah pasokan BBM masuk ke SPBU, ketika masyarakat ingin membeli sudah tidak ada lagi.

Adanya permasalahan tersebut, disikapi oleh Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu dengan heran. Apalagi fenomena persediaan BBM bersubsidi selalu habis dan berbeda dengan ketersediaan BBM non subsidi yang ada di setiap SPBU.

“Dengan fenomena itu, kita dari legislatif provinsi akan berkoordinasi dengan Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Pertamina, untuk mempertanyakan pasokan BBM bersubsidi memang dibatasi atau bagaimana, atau ada kebocoran-kebocoran lainnya,” ungkap Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu Sumardi, kepada sejumlah wartawan di Bengkulu.

Dikatakan Sumardi, sesuai dengan tupoksi pihaknya akan mengawasi sembari menerima laporan soal pasokan dan persediaan BBM bersubsidi ke setiap SPBU dalam wilayah Provinsi Bengkulu. Pasalnya jika ada temuan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Polda dan juga mempertanyakan kepada Polda Bengkulu, untuk menindak lanjutinya.

 “Kita juga bingung dengan kejadian cepat habisnya BBM bersubsidi di setiap SPBU. Ada apa yang sebenarnyaterjadi. Kemana larinya BBM subsidi tersebut?  khususnya premium. Sedangkan disatu sisi kita lihat kendaraan memang selalu mengantri, apakah masyarakat itu menjual lagi atau bagaimana,” terang Politisi Golkar Bengkulu ini, Minggu, (19/1/2020).

Lebih lanjut ditambahkan Anggota DPRD Provinsi dari Dapil Kora Bengkulu ini, jika sebelumnya BBM bersubsidi memang dijamin oleh Pemerintah Daerah dan pihak Pertamina, tersedia dengan cukup aman, bahkan sudah disebutkan ditambah, semestinya kondisi seperti demikian tidak akan terjadi.

Sedangkan jika dibandingkan dengan jumlah kendaraan setiap tahunnya, cendrung tidak terlalu banyak, lantaran kondisi ekonomi yang sedang tidak stabil.

“Jika Pertamina sudah menjamin cukup artinya sudah ada hitungannya, berapa jumlah kendaraan, dengan arus lalu lintas ekonomi dan produksi yang ada diBengkulu ini, atau 2,5 persen dari kebutuhan dan itu cukup. Untuk itu memang perlu investigasi khusus terkait habisnya BBM bersubsidi di setiap SPBU,” tukas Sumardi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00