Kantongi Nilai Proper Merah, DPRD Prov. Bengkulu Dorong 16 Perusahaan Lakukan Perbaikan

KBRN, Bengkulu : Adanya sebanyak 16 perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan dan pertambangan, pelabuhan dan energi di wilayah Provinsi Bengkulu, mendapatkan penilaian kategori merah, dalam peringkat kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup (proper) tahun 2018-2019, mendapatkan sorotan tajam dari Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, yang mitra kerjanya dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Bengkulu.

Ketua Komisi III DPRD Provinsi Sumardi mengaku, pihak legislatif sudah mendapatkan data valid soal sejumlah perusahaan perkebunan dan pertambangan, pelabuhan dan energi, yang berturut-turut mendapatkan penilaian kategori merah.

Untuk itu selaku mitra kerja eksekutif dalam hal ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) memberikan kesempatan kepada pihak bersangkutan agar melakukan perbaikan sesuai rekomendasi yang diberikan Kementrian LHK Republik Indonesia, pihaknya sembari akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan  pihak terkait, juga mendorong untuk dilakukan penindakan sesuai aturan berlaku.

“Alasan kita mendorong agar pihak perusahaan bersangkutan melakukan upaya perbaikan sesuai rekomendasi pemerintah dan pemerintah daerah, bukan berarti tertutup terhadap investasi. Tapi karena secara tidak langsung, semua saat ini sudah merasakan sendiri bagaimana akibat dari kerusakan lingkungan, terutama pada saat banjir. Mengingat tidak dipungkiri, penyebab terjadinya bencana, diduga akibat aktifitas perusahaan perkebunan dan pertambangan yang ada di hulu sungai, serta bukan pembukaan lahan oleh rakyat,” ujar Politisi Golkar Bengkulu ini, Kamis, (16/1/2020).

Ditegaskan Anggota DPRD Provinsi dari Dapil Kota Bengkulu ini, apabila pihak perusahaan bersangkutan tidak menjalankan upaya perbaikan sesuai yang direkomendasikan, pihak legislatif mendukung penuh langkah Gubernur selaku Kepala Pemerintahan di Provinsi Bengkulu ini, untuk diberhentikan dulu aktifitasnya sementara waktu, sampai adanya langkah perbaikan yang dilakukan di lapangan.

Apalagi disebutkan jumlah perusahaan yang mendapatkan penilaian kategori merah ini, meningkat dari tahun sebelumnya.

“Dari pantauan kita di lapangan memang sudah ada pabrik dari perusahaan perkebunan yang sudah bagus dalam pengelolaan limbahnya. Tapi tidak dipungkiri masih ada yang belum memenuhi aturan berlaku. Oleh karena itu, kita minta juga perusahaan setempat dalam pengelolaan limbahnya dengan menggunakan teknologi baru dan membuat waduk-waduk atau cekdam serta membuat lobang-lobang penyerapan air secara naturalisasi. Sehingga penampungan air limbahnya tidak langsung masuk ke Daerah Aliran Sungai (DAS). Bahkan jika perlu bagi perusahana yang diduga membandel, nantinya dikenakan saja pasal pidana,” ucapnya.

Sementara untuk diketahui, dari hasil program penilaian peringkat kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup (proper) tahun 2018-2019, sebanyak 16 perusahaan yang bergerak dalam bidang perkebunan dan pertambangan, energi dan pelabuhan dalam wilayah Provinsi Bengkulu mendapatkan nilai kategori merah.

Diantaranya, PT. Pamor Ganda, PT Palma Mas Sejati, PT Pelindo, PT Bara Mega Quantum, PT Kusuma Raya Utama, PT Injatama, dan PT Tansri Madjid Energi.

Sedangkan untuk penilaian kategori biru sebanyak 42 perusahaan, diantaranya diperoleh, PT Air Muring, PT Pertamina, PLN dan PT Inti Bara Perdana. Lalu untuk penilaian kategori emas dan hijau, dari Bengkulu tidak ada perusahaan yang mendapatkannya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00