Gelombang Tinggi, Tangkapan Nelayan Bengkulu Merosot

KBRN, Bengkulu : Lantaran cuaca yang kurang bersahabat di perairan laut Bengkulu dan sekitarnya akhir-akhir ini, secara tidak langsung berimbas terhadap pendapatan masyarakat nelayan di Kota Bengkulu.

Dimana dengan gelombang pasang air laut sedang tinggi 1 hingga 2,5 meter, membuat hasil tangkapan ikan para nelayan merosot tajam.

Seperti disampaikan salah seorang nelayan tradisional asal Kelurahan Pasar Bengkulu, Herman.Dengan kondisi gelombang laut sekarang ini, pihaknya

sedikit nekad memilih untuk tetap melaut. Mengintat sumber pendapatan satu-satunya dalam memenuhi kebutuhan keluarganya, dengan menangkap ikan di laut.

Hanya saja sejak gelombang tinggidiakui, hasil tangkapannyasangat merosot.Dimana biasanya per-harinya tangkapan ikan yang dihasilkannya bersama dengan nelayan lainnya, setiap perahu bisa mencapai 100 Kg. Tetapi saat ini hanya berkisar 10-20 Kg saja.

“Merosotnya hasil tangkapan, secara otomatis berdampak terhadap penghasilan kami. Jadi beberapa waktu terakhir kian terpuruk penghasilan yang kami dapatkan dari melaut," ujarnya, Selasa, (14/1/2020).

Secara terpisah, Forcaster Stasiun Meteorologi Kelas III Fatmawati Soekarno Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bengkulu, Harits Syahid Hakimmenjelaskan, gelombang laut di perairan Bengkulu, Enggano terbilang tinggi, yakni berkisar antara 0,5 sampai2 meter.

Sedangkan gelombang di perairan Samudera Hindia mencapai 1 sampai2,5 meter.

Sementara untuk arah dan kecepatan angin di wilayah itu rata-rata berhembus dari Barat Daya ke Timur Laut, yang angkanya berada diantara 05 hingga 23 knots.

“Tinggi gelombang di perairan Bengkulu, Enggano dan Samudera Hindia masih normal. Tinggi gelombang naik kerena ada awan-awan hujan. Begitu juga dengan kecepatan angin," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00