Senator Riri Minta Pemerintah Cek Ulang CBP Yang Turun Mutu

KBRN, Bengkulu : Sempat viral, sebanyak 20.000 ton beras Bulog turun mutu, sehingga terancam busuk. Apalagi stok tersebut merupakan cadangan beras pemerintah (CBP) yang sudah disimpan lebih dari empat bulan.

Anggota Komite II DPD RI Hj Riri Damayanti John Latief ketika menyikapi persoalan tersebut meminta, kepada pemerintah untuk segera mengevaluasi mengenai langkah akhir pemerintah dalam mengatasi CBP yang terancam busuk dimaksud. 

"Ini 20.000 ton sudah agak lama ya. Sebaiknya pemerintah segera mengevaluasi dan mendapatkan solusi yang terbaiknya," kata Riri Damayanti kepada media, Jumat, (6/12/2019).

Selain itu, Riri juga menghimbau agar juga melihat terlebih dahulu kondisi detailnya seperti apa. Sebab ini menjadi penting, apakah masih layak atau tidaknya.

"Jika sudah benar tidak layak, maka alternatif seperti lelang beras atau 

dialih-fungsikan menjadi tepung atau pakan ternak sebagai solusi yang baiknya," ungkap Riri.

Lebih lanjut Senator perempuan Bengkulu ini menekankan, beras terancam busuk tersebut juga harus dicari penyebabnya, atau mengapa beras ini didiamkan hingga agak lama dan terancam busuk.

"Mencari penyebab sehingga tidak terulang kembali adalah hal penting. Apakah kebijakan impor yang membuat terendap atau lain. Itu harus dibahas," kata Senator Riri. 

Sementara itu, sebelumnya Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengaku, siap merevisi beberapa peraturan berkaitan dengan cadangan beras pemerintah yang ada di instansinya.

"Kita akan keluarkan penyesuaian peraturan bahwa CBP boleh dijual dalam kondisi tertentu. Artinya tidak semuanya bisa dijual dan disesuaikan dengan kebutuhan. Nanti permohonannya dari Bulog," jelas Agus.

Ditambahkan, aturan yang dievaluasi juga tidak serta merta memberikan izin kepada Bulog mengenai pemanfaatan CBP ke pasar komersil. 

"Beras CBP bisa dijual ke pasar komersil disesuaikan dengan kondisi tertentu, salah satunya saat kelebihan stok," tukasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00