9 Penyu Mati, DPRD Provinsi Bengkulu Segera Turun Cek Lapangan

KBRN, Bengkulu : Dengan kembali ditemukannya sebanyak 4 ekor penyu mati, yang tidak jauh dari lokasi pembuangan air bahang PLTU Batu Bara 2x100 Megawatt Bengkulu, Komisi III DPRD Provinsi akan segera menjadwalkan untuk turun ke lapangan, guna menjalankan fungsi pengawasannya.

Apalagi sekitar dua minggu lalu, juga telah ditemukan 5 ekor penyu beserta ikan dan ubur-ubur yang mati. Dengan demikian sudah sebanyak 9 ekor hewan yang dilindungi mati dan diduga belumn diketahui penyebabnya.

“Kami dari lembaga legislatif yang menangani bidang lingkungan hidup, tidak menginginkan temuan matinya sudah 9 ekor hewan yang dilindungi ini menjadi isu liar di masyarakat. Dimana disatu sisi PLTU memang penting bagi daerah, tapi disisi lain juga harus perlu dilakungan pengawasan terhadap kondisi lingkungan. Kita (DPRD Provinsi,red) segera jadwalkan turun ke lokasi PLTU,” ungkap Anggota Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu Yurman Hamedi, kepada sejumlah wartawan di Bengkulu.

Dikatakan Yurman, adanya temuan sejumlah penyu tersebut, diperkirakannya memang ada masalah yang belum terpecahkan, dan tidak menutup kemungkinan diduga berasal di PLTU Batu Bara Teluk Sepang, Kota Bengkulu. Oleh karena itu, tujuan pihaknya turun ke lapangan bukan mencari kesalahan dugaan pencemaran dan sebagainya, tetapi pembuktian pembenaran dari kejadian yang sesungguhnya.                       

“Meski tidak belum melakukan cek lapangan, semestinya berpijak dari temuan matinya penyu tersebut, pihak PLTU bisa membuat sebuah pengamanan lingkungan disekitar, walaupun dana yang dibutuhkan besar nantinya, tapi hal itu penting guna menjaga lingkungan,” kata politisi Perindo Bengkulu, Kamis, (5/12/2019).

Lebih jauh ditambahkan Anggota DPRD Provinsi dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Bengkulu Utara dan Bengkulu Tengah ini, rencana turunnya para wakil rakyat provinsi ke lokasi PLTU tersebut, tentu perlu mempersiapkan data dan fakta terlebih dahulu.

Apalagi sebelumnya pihak Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi menyebutkan, kondisi limbah PLTU masih dalam ambang batas atau, diduga belum tercemar. Sehingga ketika di lapangan nanti, pihaknya bisa langsung melakukan fungsi pengawasannya, apakah benar akibat dugaan limbah atau karena lainnya.

“Tidak menutup kemungkinan kita turun ke lapangan dengan didampingi dinas teknis nantinya. Bahkan jika perlu, juga melakukan pengecekan secara langsung terhadap setiap limbah yang ada di PLTU Batu Bara Teluk Sepang, Bengkulu. Begitu juga apabila penyu mati bukan karena limbah, tentu ada penyebab lainnya. Itu perlunya kita cek lapangan,” tutup Yurman.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00