Gubernur Bengkulu Ingin Kembalikan Fungsi Lapangan Merdeka

KBRN, Bengkulu : Sejalan dengan program pembangunan infrastruktur perkotaan, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah berencana akan mengembalikan fungsi awal keberadaan Lapangan Merdeka, yang saat ini telah berdiri bangunan View Tower.

Rencana pengambalian fungsi lapangan merdeka tersebut, terkait keberadaan bangunan View Tower yang telah dibangun menggunakan dana APBD Provinsi Bengkulu melalui proyek multiyear di zaman Gubernur Agusrin M Najamudin lalu, tidak pernah difungsikan sebagaimana mestinya. Bahkan bangunan tersebut terlihat, sudah banyak yang rusak dan juga ada lapuk, sehingga dikawatirkan akan roboh.

“Kita menyebutnya lapangan merdeka itu alun-alunnya Gedung Balai Raya Semarak Bengkulu yang merupakan tempat kediaman Gubernur. Sehingga kedepan harus difungsikan untuk berbagai kegiatan kemasyarakatan, baik acara maupun bersantai ataupun beristirahat sejenak. Kita kasih merek Lapangan Merdeka,” ujar Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, disela-sela meninjau sejumlah proyek infrastruktur perkotaan di Bengkulu.

Dijelaskan, untuk bangunan View Tower yang saat ini berdiri di komplek Lapangan Merdeka Bengkulu, tim teknis yang akan dibentuk akan melakukan evaluasi, apakah bangunan tersebut dirobohkan atau tidak nantinya.

“Tim teknis akan mengkaji lebih lanjut keberadaan bangunan tersebut, bisa diteruskan fungsinya atau dihapuskan saja. Pasalnya sejak dibangun tidak pernah difungsikan. Bahkan lift sejak dipasang tidak pernah dihidupkan. Untuk itu kita tunggu hasil kerja tim,” tegasnya, Rabu, (2/1/2019).

Sementara secara terpisah, sebelumnya Anggota Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu Agung Gatammenilai, kawasan lapangan View Tower yang dulunya merupakan Lapangan Merdeka memang diperlukan penataan ulang. Mengingat dana rakyat yang menghabiskan untuk pembangunannya mencapai ratusan milyar.

“Kita ketahui dulu lapangan itu tempat bermainnya masyarakat, diantaranya main bola kaki. Tapi sejak dibangun View Tower masyarakat tidak berani bermain, karena bangunannya tidak bisa dimanfaatkan. Sehingga kondisinya sekarang sudah tidak terurus. Untuk itu kita sarankan agar dilakukan evaluasi, karena jika tidak dikawatirkan akan memakan korban jiwam lantaran bangunan tersebut roboh sebelum dimanfaatkan. Silakan Pemprov bersama pihak terkait duduk satu meja membahas kelanjutannya bagaimana kedepannya,” pungkasnya. (rep/red)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00