BI Bengkulu Siapkan 400 Paket Uang Pecahan Baru

BENGKULU, KBRN: Pemerintah dan Bank Indonesia telah resmi meluncurkan uang pecahan baru emisi 2022 yang terdiri dari tujuh pecahan, yakni 100 ribu, 50 ribu, 20 ribu, 10 ribu, 5 ribu, 2 ribu dan seribu rupiah.

Setelah diluncurkan, dalam waktu dekat masyarakat juga sudah bisa menukarkan uang emisi lama dengan emisi baru tersebut. Termasuk bagi masyarakat di Provinsi Bengkulu. 

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu Joni Marsius kepada RRI menjelaskan, di Bengkulu sendiri akan ada kas keliling untuk melayani masyarakat yang hendak menukar uang lama dengan uang pecahan baru. 

"Nanti ada empat titik. Tapi sebelum menukarkan uang warga harus daftar dulu melalui aplikasi PINTAR. Kita siapkan 400 paket," ujarnya. 

Hanya saja, lanjut Joni Marsius, sebelum melayani masyarakat umum, pihak BI akan terlebih dulu memberi kesempatan kepada Gubernur Bengkulu untuk menerima uang baru tersebut. "Sebagai bentuk penghormatan karena pak gubernur kan penguasa wilayah. Jadi orang pertama yang nanti menerima uang baru ini pak gubernur dulu," katanya.

Lebih lanjut Joni menjelaskan bahwa penerbitan uang baru merupakan salah satu upaya BI mengatasi peredaran uang palsu. Karena itu, BI mengeluarkan pecahan baru selain logam setiap tahun. 

"Bank Indonesia memang setiap tahun mengeluarkan uang cetakan baru. Tahun ini yang terbanyak. Ada tujuh pecahan," imbuh dia. 

Ada tiga pertimbangan lain juga melatari kebijakan BI itu. Di antaranya, pertama, memperbaiki kualitas bahan agar lebih tahan lama. Kedua memperbaiki design.

"Dari masukan masyarakat ada perubahan design. Termasuk dari tuna netra. BI sudah adopsi standar internasional dimana ukuran uang menjadi lebih kecil. Jadi pecahan emisi 2022 ini sama dengan pecahan 75 ribu," jelas Joni. 

Meski sudah ada pecahan baru, Joni memastikan uang pecahan lama masih berlaku. Penarikan uang emisi lama, kata dia, tidak dilakukan serta merta. Tapi secara bertahap. 

"Tentu yang lama masih berlaku. Apalagi stok emisi lama kita masih untuk lima bulan lagi," katanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar