Penerimaan Lelang di KPKNL Bengkulu Capai Rp15 Miliar

KBRN, Bengkulu : Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bengkulu mencatat penerimaan dari hasil pokok lelang kekayaan milik negara sejak Januari hingga Juli 2022 mencapai Rp 15,1 miliar atau 73 persen dari target penerimaan pada 2022 mencapai Rp 20 miliar.

Maksimalnya penerimaan kekayaan negara dari lelang tersebut disebabkan kegiatan ekonomi di daerah telah mulai bangkit dari pandemi Covid-19.

Plh Kepala KPKNL Bengkulu, Tsabit Turmudzi mengatakan, pada tahun 2021 lalu, aktivitas lelang di Bengkulu tidak begitu maksimal seperti tahun 2022 ini. Hal tersebut disebabkan banyak investor ragu untuk membeli barang lelang.

Pasalnya kebanyakan investor yang membeli barang lelang selalu ingin mencari keuntungan. Sehingga setelah mereka berhasil memenangkan lelang di KPKNL dan mendapatkan barang yang inginkan, barang tersebut nantinya akan dijual kembali dengan harga yang sedikit lebih tinggi dibandingkan saat membelinya dari lelang.

"Jadi karena ada Covid-19, pada 2021 lalu penerimaan negara dari lelang tidak belum begitu besar, sementara itu pada tahun 2022 ini penerimaannya sangat baik karena sudah mencapai 73 persen," kata Tsabit, Kamis (18/8/2022).

Ia mengaku, optimis hingga akhir tahun 2022 ini penerimaan negara dari hasil lelang bisa melebihi target yang telah ditetapkan. Hal tersebut didukung oleh sejumlah aktivitas ekonomi yang saat ini telah menunjukkan tren yang cukup baik.

"Kami menilai penerimaan dari hasil lelang pada tahun ini akan melampaui target, itu dapat terjadi mengingat aktivitas ekonomi yang sudah mulai membaik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," ujar Tsabit.

Selain itu, Ia mengimbau, bagi masyarakat yang ingin memperoleh barang dari hasil sitaan negara ataupun barang milik negara dengan harga murah dibawah harga pasar, dapat melakukan penawaran melalui website lelang.go.id. Dalam website tersebut, masyarakat dapat memilih barang yang diinginkan mulai dari kendaraan roda 4 dan 2 hingga beragam produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

"Silahkan melakukan penawaran lelang disana, barangnya banyak dan harganya tentu saja lebih murah dibandingkan harga pasar," tuturnya.

Selain itu, Ia mengaku, tren masyarakat terhadap barang lelang kekayaan negara di Bengkulu lebih didominasi oleh kendaraan dinas hasil dari sitaan penegak hukum. Tak hanya kekayaan negara, KPKNL juga melayani pelelangan barang apapun dari masyarakat melalui lelang non-eksekusi atau lelang sukarelawan.

"Jadi kami tidak hanya melelang barang milik negara atau sitaan negara. Masyarakat juga bisa mengajukan lelang melalui kami atau biasa disebut lelang sukarela," ujarnya.

Adapun persyaratan lelang sukarela yakni masyarakat hanya perlu menyiapkan fotocopy sertifikat hak milik, dokumen barang, fotocopy kartu keluarga, surat keterangan dari pemilik bahwa objek jaminan yang akan dilelang bebas dari sengketa, lembar foto objek yang akan dilelang, dan penandatanganan pokok-pokok kesepakatan kerjasama antara pemilik dengan pihak ketiga.

"Silahkan lengkapi syaratnya dan dokumennya nanti kami bantu," tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar