77 Tahun Kemerdekaan, HKTI : Ini PR Pemerintah Terhadap Petani

Dialog Lintas Bengkulu Pagi RRI

KBRN, Bengkulu : Di usia 77 tahun Bangsa Indonesia dengan ditandai akan diperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 2022, bukan tidak muda lagi. Terlebih jika dilihat dari pengalaman dan kematangan, sudah tidak diragukan lagi.

Hanya saja di usia tersebut tidak dipungkiri masih banyak Pekerjaan Rumah (PR) pemerintah terhadap persoalan yang dihadapi petani. Seperti, mahalnya harga pupuk, pendistribusian pupuk subsidi tidak merata, pemberantasan hama, kerusakan saluran irigasi, termasuk perubahan iklim.   

Pernyataan itu diungkapkan Sekretaris Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kota Bengkulu, Dian Marfani, S.I.Kom dalam dialog lintas Bengkulu pagi yang digelar RRI, dengan tema “Peran Lintas Kalangan Mengisi Kemerdekaan Pasca Meredahnya Pandemi.”

“Kita (HKTI,red) mewakili petani di Kota Bengkulu di usia 77 tahun Kemerdekaan ini, menginginkan adanya perubahan mengarah kemajuan. Apalagi dengan 350 hektar luas areal pertanian sawah, petani bisa disejahterakan melalui program yang diluncurkan pemerintah, sehingga gaung ketahanan pangan secara nasional bisa benar-benar terwujud di tingkat petani,” kata pria yang akrab disapa Damar ini.

Menurutnya, pentingnya ketahanan pangan tersebut, karena bisa menjaga stabilitas pangan masyarakat, dan bukan yang dihadapi sekarang justru harga-harga semakin mahal.

Terlebih jika ketahanan pangan terwujud, akan melahirkan generasi penerus bangsa tidak saja dari kalangan petani, namun juga masyarakat umum, karena tidak mengalami kelapangan.

“Ketika ketahanan pangan terpenuhi, maka asupan gizi masyarakat juga terpenuhi, sehingga daya tahan akan lebih meningkat. Semoga persoalan yang dihadapi itu menjadi atensi bagi pemerintah agar petani benar-benar merdeka,” ujar Damar pada Kamis, (11/8/2022). 

Lebih lanjut ia menambahkan, dengan berbagai persoalan yang dihadapi petani di Kota Bengkulu, pihaknya tidak tinggal diam dan melakukan identifikasi.

Dimana melalui pendekatan yang dilakukan dengan berbagai  pihak telah berhasil membawa para legislator ke areal persawahan petani.

Bahkan juga berhasil memberikan solusi. Seperti, petani Danau Dendam Tak Sudah yang kesulitan air, pihak legislatif akan membantu dengan mendorong pemerintah dalam pembuatan sumur bor.

“Kita akan terus mendorong dinas teknis, untuk memberikan pembinaan kepada petani, sehingga berbagai keluhan masyarakat petani dapat dicarikan solusinya, minimal secara bertahap nantinya,” pungkas Damar.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar