Bengkulu Selatan Gotong Royong Cegah DBD

KBRN, Bengkulu : Penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang menjangkiti Kabupaten Bengkulu Selatan angkanya cukup tinggi. Hingga Juli, sebanyak 80 orang dikabarkan Dinas Kesehatan terkena DBD.

Meningkatnya kasus DBD di Bengkulu Selatan membuat masyarakat khawatir, sehingga Bupati Gusnan Mulyadi mengadakan fogging untuk membasmi jentik nyamuk. Akan tetapi hal ini belum terlalu efektif, mengingat fogging hanya akan membasmi jentik yang terkena saja, jika yang mampu bertahan serta berpindah tempat nyamuk kembali akan membuat sarang dan berkembang biak.

Dalam gerakan serentak pengendalian jentik nyamuk penular DBD, Bupati Gusnan meminta seluruh instansi pemerintahan mengadakan gotong royong setiap Jumat selama 4 minggu untuk membersihkan lingkungan masing-masing.

“Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk ikut serta dalam gerakan ini. Kita kerahkan seluruh OPD, camat, lurah, dan Kades untuk mengajak masyarakat melakukan gotong royong membersihkan area area yang menjadi tempat bersarangnya jentik nyamuk” kata Gusnan, Rabu (10/8/2022).

Ditambahkan Kadis Kesehatan Didi Ruslan meminta agar masyarakat dapat mengikuti instruksi bupati. Sebab keselamatan serta kesehatan adalah kepentingan bersama dan bisa dilakukan dengan bersama-sama.

"Terkadang masyarakat masih sering acuh tak acuh dengan himbauan serta ajakan, padahal itu demi kesehatan kita bersama. Dengan ini semoga tidak ada lagi masyarakat yang mengabaikan kebersihan lingkungan," singkatnya.

DBD sendiri merupakan salah satu penyakit yang perlu diwaspadai saat memasuki musim hujan. DBD disebabkan oleh infeksi virus dengue yang masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Nyamuk ini bertelur dan berkembang biak di genangan air, sehingga banyak terdapat pada musim hujan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar