Babi Hutan Jadi Gangguan di Bandara Fatmawati

BENGKULU, KBRN: PT Angkasa Pura (AP) II Kantor Cabang Bandara Fatmawati Bengkulu menemukan bahwa masih ada babi hutan yang suka berkeliaran di landasan pacu pesawat. Hal tersebut tentu saja mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Fatmawati Bengkulu.

Executive GM PT AP II Kantor Cabang Bandara Fatmawati Bengkulu, Ngatimin K Murtono mengatakan, pihaknya sering mendapatkan laporan bahwa babi hutan masih sering berkeliaran di landasan pacu pesawat. Hal tersebut tentu saja dapat membahayakan pesawat yang ingin mendarat dan lepas landas."Kami terima laporan masih ada babi hutan di sekitar area Bandara Fatmawati Bengkulu," kata Armin, kemarin (8/8).

Armin mengaku, laporan tersebut diterima oleh pihaknya dari menara Bandara Fatmawati Bengkulu bahwa terdapat babi yang berkeliaran di sekitar Bandara. Sehingga menyebabkan kerawanan kecelakaan terhadap pesawat yang berada di Bandara Fatmawati Bengkulu."Jadi menara pengawas di Bandara Fatmawati rutin melaporkan jika ada aktivitas makhluk hidup di sekitar area landasan pacu pesawat, termasuk babi hutan," ujar Armin.

Armin menambahkan, biasanya jika ada babi yang berada di area landasan pacu Bandara Fatmawati, petugas menara akan menginfokan kepada maskapai pesawat yang akan mendarat serta meminta bantuan petugas di lapangan untuk melakukan pengusiran. Hal itu dilakukan agar pendaratan pesawat tidak menemukan kendala yang berarti."Jadi kalau ada babi hutan di area landasan pacu biasanya langsung diinfokan ke maskapai dan petugas kami pasti langsung melakukan pengusiran," tutur Armin.

Meski begitu, Armin mengaku, tindakan pengusiran terhadap babi hutan hanya bertahan beberapa waktu. Sebab babi hutan akan kembali lagi ke sekitar area landasan pacu jika aktivitas bandara sedang sepi. Oleh sebab sebab itu, Armin meminta bantuan dari komunitas pemburu babi dari Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu."Kami tidak mungkin mengusir babi, karena mereka pasti kembali lagi nanti, oleh sebab itu kami minta bantuan ke komunitas berburu babi di daerah," ujar Armin.

Armin mengaku, aktivitas buru babi yang dilakukan oleh komunitas ini dilakukan setiap sebulan sekali. Bahkan pada Juli 2022 lalu, komunitas ini berhasil mendapatkan sebanyak 6 ekor babi hutan di sekitar area Bandara Fatmawati Bengkulu."Ini rutin kami lakukan agar tidak ada babi hutan lagi di area Bandara Fatmawati Bengkulu," tutupnya

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar