Ancaman Penyakit Infeksi dari Hewan Peliharaan

ilustrasi foto seseorang mengendong kucing

KBRN, Bengkulu : Ada beberapa penyakit infeksi dari hewan peliharaan yang dapat menular ke manusia dan penting untuk Anda ketahui, di antaranya:

1. Kurap

Seseorang dapat terkena kurap hanya dengan menyentuh hewan peliharaan yang terjangkit jamur penyebab kurap, yaitu jamur Dermatophytosis. Kondisi ini biasanya ditandai dengan ruam kulit berbentuk melingkar yang kering dan bersisik serta terasa gatal.

Kurap dapat dicegah dengan menjaga kebersihan serta melakukan perawatan diri. Selalu mencuci tangan setelah bermain dengan hewan peliharaan dan membersihkan area rumah yang sering dikunjungi hewan peliharaan menjadi salah satu cara menghindari kurap.

Selain itu, bila hewan peliharaan Anda sering menggaruk tubuh, mengalami kerontokan bulu yang cukup parah, atau tampak kemerahan di kulitnya, Anda perlu memeriksakannya ke dokter hewan. Kondisi tersebut bisa jadi disebabkan oleh kurap.

2. Toksoplasmosis

Toksoplasmosis adalah penyakit infeksi yang bisa menular dari hewan peliharaan ke manusia. Penyakit ini disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii dan sering kali tidak bergejala, sehingga penderitanya kerap tidak menyadari bahwa ia sedang terinfeksi.

Meski begitu, sebagian orang juga bisa mengalami gejala seperti flu ketika terinfeksi penyakit toksoplasmosis. Penyakit ini menjadi berbahaya bila dialami ibu hamil, sebab dapat menginfeksi janin dan menyebabkan keguguran atau cacat lahir.

Parasit Toxoplasma gondii biasanya ditemukan pada kotoran kucing yang terinfeksi. Oleh karena itu, Anda perlu membersihkan wadah penampung kotoran hewan dan kandang hewan secara rutin, lalu segera mencuci tangan sesudahnya.

Bagi ibu hamil atau orang dengan sistem imun yang lemah, disarankan untuk tidak membersihkan kotoran dan kandang hewan.

3. Rabies

Rabies adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini menyebar melalui gigitan anjing, kucing, sapi, kambing, kuda, musang, atau monyet, yang terinfeksi oleh virus penyebab rabies.

Gejala awal rabies pada manusia mirip seperti gejala flu ringan. Meski begitu, orang yang baru saja digigit oleh hewan apa pun yang diduga terinfeksi rabies harus segera mendapatkan pertolongan medis.

Virus rabies dapat menginfeksi sistem saraf pusat. Jika terlambat mendapatkan pertolongan medis, virus ini dapat menyebabkan gangguan di otak yang berujung pada kematian.

4. Infeksi bakteri Bartonella henselae

Sebagian orang beranggapan bahwa luka akibat gigitan dan cakaran kucing bisa sembuh dengan sendirinya. Padahal, bila tidak dibersihkan dan diobati, luka tersebut bisa saja memicu infeksi bakteri, misalnya bakteri Bartonella henselae.

Kucing membawa bakteri Bartonella henselae yang dapat ditularkan melalui cakaran atau gigitan pada kulit manusia. Seseorang yang terinfeksi bakteri ini akan menunjukkan tanda seperti luka yang membengkak dan bernanah, demam, sakit kepala, dan kehilangan nafsu makan.Tidak hanya bakteri Bartonella henselae, bakteri-bakteri lain juga dapat menginfeksi luka melalui gigitan atau cakaran hewan. Oleh karena itu, segeralah cuci bersih daerah luka tersebut dengan sabun dan air mengalir untuk mencegah infeksi.

Sumber : Alodokter

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar