Pemkot Pastikan Daging Kurban Bebas PMK

BENGKULU, KBRN: Masyarakat di Kota Bengkulu tak perlu cemas dan risau Jika hendak membeli hewan ternak untuk daging kurban. Pemerintah Kota Bengkulu memastikan daging kurban bebas penyakit mulut dan kuku atau PMK yang tengah mewabah saat ini. 

Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi mengatakan, sampai saat ini di Kota Bengkulu belum ada laporan hewan ternak terserang PMK. Ia berharap kondisi ini bisa tetap terjaga.

"kepada masyarakat, jangan ragu dan risau. Sebab setiap hewan yang akan masuk ke Kota Bengkulu itu harus ada surat keterangan sehat. Jika ada dugaan sakit, maka hewan tidak boleh disembelih atau dijadikan kurban," ujar Dedy, Selasa (5/7) pagi.

Dedy mengatakan, belum lama ini memang ada satu usaha peternakan yang diduga terjangkit sakit di Kota Bengkulu. Ia menyatakan Pemkot terus memantau agar penyebarannya tidak meluas.

Ribuan Ternak Kena PMK

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu menyebutkan hingga saat ini tercatat sebanyak 1.182 ekor sapi dan kambing di tujuh wilayah di Provinsi Bengkulu terinfeksi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Kasus terinfeksi PMK di Bengkulu sendiri mengalami peningkatan.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu, M. Syarkawi di Bengkulu, mengatakan kasus terinfeksi PMK di Provinsi Bengkulu mengalami peningkatan. 

Ia menjelaskan, kasus PMK terbanyak ada di Kabupaten Rejang Lebong yakni sebanyak 706 ekor. Lalu di Bengkulu Selatan 197 ekor, Bengkulu Tengah 106 ekor, Kepahiang 104 ekor, Seluma 59 ekor, Mukomuko sembilan ekor dan di Bengkulu Utara ada satu ekor. 

Sementara untuk kasus PMK yang dinyatakan sembuh, kata Syarkawi, ada sebanyak 201 ekor, dengan rincian: 169 ekor sapi di Kabupaten Rejang Lebong dan 12 ekor di Kabupaten Seluma. 

Sedangkan untuk kasus PMK yang dinyatakan mati ada dua ekor yang berasal dari Kabupaten Bengkulu Selatan.

Saat ini kasus aktif PMK di Provinsi Bengkulu tersisa 978 ekor yang berada di Kabupaten Kepahiang sekitar 104 ekor. Selanjutnya Rejang Lebong 537 ekor, Seluma 47 ekor, Bengkulu Selatan 176 ekor, Mukomuko sembilan ekor dan Bengkulu Tengah 105 ekor.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar