Ungkap Penyebab Harga Cabe Merah Mahal, Dinas Teknis Diminta Berikan Solusi

Heri Purwanto

KBRN, Bengkulu : Tingginya harga cabe merah di Bengkulu yang saat ini menembus angka Rp. 100 ribu perkilogramnya, dan terus dikeluhkan masyarakat, terutama ibu rumah tangga disebabkan beberapa faktor.

Faktor pertama, cuaca yang secara tidak langsung mengganggu tanaman, bahkan banyak yang rusak, sehingga menyebabkan hasil produksi pertanian, tidak saja cabe, tapi juga sayur-sayuran lainnya ikut merosot.

Pernyataan itu diungkapkan Anggota DPRD Provinsi Bengkulu dari daerah pemilihan (dapil) Rejang Lebong dan Lebong, Heri Purwanto dalam keterangannya.

"Saya sudah mendengar keluhan masyarakat dan sempat memantau langsung di wilayah Kabupaten Rejang Lebong sebagai daerah penghasil sayur-sayuran dalam Provinsi Bengkulu, memang saat ini sedang turun-turunnya, akibat faktor cuaca yang tidak menentu," kata Heri pada Senin, (4/7/2022).

Faktor lainnya, lanjut Heri, pupuk yang harganya mahal, sehingga petani memiliki keterbatasan dalam memenuhi asupan tanaman yang di tanamnya.

Contoh, semestinya satu rumpun tanaman dibutuhkan pupuk sekitar 1 Kilogram, dengan mahal harganya, petani memberikan pupuk seadanya saja, sehingga hal itu berdampak pada hasil produksinya.

"Faktor kurangnya asupan pupuk terhadap sebuah tanaman itu berdampak pada produktifitas. Jadi wajar saja hasil produksi menurun, dan berdampak cabe merah sulit didapatkan di pasaran. Jika ada harganya juga mahal," terangnya.

Selanjutnya, ia menyampaikan, faktor hama yang pada tanaman sayur-sayuran sering menyerang disebut hama "bule", dengan ciri daun tanaman menguning dan keriting, sehingga dari keterangan petani yang dikutipnya kembali, membuat tanaman ketika diserang hama tersebut tidak bisa tumbuh besar dan berproduksi dengan banyak atau hasilnya sedikit.

"Wajar saja harga cabe mahal, di saat produksi petani sedikit, sedangkan yang membutuhkan banyak, sehingga berlaku hukum ekonomi, barang sedikit tentu harganya mahal," ungkap pria yang sangat akrab di kalangan petani ini.

Ditanya solusi mengatasi tingginya harga cabe, dia menyarankan, pemerintah daerah melalui dinas teknis agar melakukan monitoring dengan turun ke lapangan, sehingga mengetahui kondisi sesungguhnya yang terjadi di tingkat petani.

Kemudian juga hendaknya dinas teknis ikut memberikan solusi terhadap masalah yang dihadapi petani, sehingga memberikan jaminsn keberlangsungan produksi pertanian.

"Mahal nya harga sebuah komoditas itu, karena keberlangsungannya terganggu, jadi pemerintah harus hadir memberikan solusi kepada petani, mulai dari proses pembibitan, penanaman, perawatan hingga produksi, dengan memberikan bantuan obat-obatan, bibit dan lain sebagainya, sehingga hasil produksi tidak turun dan secara terus menerus (kontiniew)," tutup Heri Purwanto.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar