Lebaran Haji Semakin Dekat, DPRD : Disnakeswan Harus Jamin Hewan Kurban Terbebas PMK

Heri Purwanto

KBRN, Bengkulu : Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi Bengkulu bersama Kabupaten dan Kota, harus memberikan jaminan kepada masyarakat terhadap hewan kurban yang akan dipotong pada Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah, terbebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Terlebih dari data menyebutkan sudah 1.182 ekor hewan ternak yang positif kasus PMK di wilayah Provinsi Bengkulu.

"Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait baik tingkat provinsi bersama kabupaten dan kota, harus turun ke lapangan dan memberikan jaminan kepada masyarakat yang membeli hewan kurban, baik jenis sapi, kambing dan kerbau, benar-benar sehat," ungkap Anggota Komisi II DPRD Provinsi Bengkulu Heri Purwanto ketika menyikapi perkembangan kasus PMK di wilayah Provinsi Bengkulu.

Menurut Heri yang juga Anggota DPRD Provinsi dari daerah pemilihan Kabupaten Rejang Lebong dan Lebong ini, permintaan jaminan tersebut juga sejalan dengandata kasus PMK yang diperolehnya di wilayah Kabupaten Rejang Lebong masuk tertinggi dari wilayah Kabupaten lain dalam Provinsi Bengkulu, sehingga kawatir jika tidak ada jaminan, penyakit tersebut bisa menular kemanusia.

Apalagi waktu Hari Raya Idul Adha sendiri tinggal hitungan hari lagi. Belum lagi disisi lain, pedagang hewan kurban hanya berfikir keuntungan, tanpa memikirkan dampak menjusl hewan ternak yang sedang sakit.

"Dinas teknis juga harus melakukan pengawasan melekat terhadap setiap hewan ternak ysng masuk dari luar Provinsi. Bahkan jika perlu dilakukan karantina terlebih dahulu, untuk mengetahui apakah benar-benar sehat atau tidaknya. Mengingat tidak menutup kemungkinan karena pengawasan sedikit lemah, hewan ternak yang masuk di duga terjangkit penyakit PMK,," ujarnya pada Senin, (4/7/2022).

Disisi lain karena kasus PMK ini sudah bersifat mendesak Heri meminta, Pemerintah segera menyalurkan vaksin nya. Pasalnya dari data yang diperoleh bahwa meski vaksin sudah mulai disalurkan, namun jumlah nya masih terbatas dan mendahulukan yang skala prioritas daerah yang terbesar terjangkit kasus PMK, semestinya tidak demikian. Tapi diharapkan pemberian vaksin bisa merata, agar salah satu upaya meminimalisir kasus PMK dengan hewan ternak divaksinasi, benar-benar terlaksana dengan merata.

"Saya setuju salah satu upaya meminimalisir kasus PMK di Bengkulu melalui vaksin. Tapi vsksi  jsngsn menyasar kepada hewan yang sudah terjangkit saja, tapi juga bagi belum. Bukannya dalam pepatah itu, sebaiknya mencegah dari pada mengobatinya dan dibutuhkan peran aktif pemerintah," terangnya.

Secara terpisah, Kepala Disnakeswan Provinsi Muhammad Syarkawi mengaku, penyebaran kasus PMK memsng sangat cepat, dan data terbaru sudah tercatat sebanyak 1.182 ekor hewan ternak poditif PMK dalam wilayah Provinsi Bengkulu, atau selisih beberapa hari bertambah 313 hewan.

"Kendati jumlah kaaus PMK naik, namun juga sda yang sembuh dengan tercatat sembuh sebanyak 201 kasus dengan kasus kematian 2 ekor, dan dipotong bersyarat 1 kasus. Jadi saat ini masih tersisa 978 kasus lagi yang positif. Sedangkan upaya mencegah penyebaran, lalulintas perdagangan sapi dan kambing baik masuk atau keluar dari Bengkulu dihentikan sementara," tukasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar