Penyebab Monopause dan Gejala yang akan Muncul

gambar ilustrasi

KBRN, Bengkulu : Menopause pada wanita adalah proses yang terjadi secara bertahap dan biasanya terjadi pada usia 40 tahun ke atas. Beberapa gejala menopause, antara lain mengalami gangguan tidur dan gairah seks menurun.

Menopause adalah periode dimana seorang wanita berhenti mengalami menstruasi selama 12 bulan berturut-turut sehingga sudah tidak bisa lagi mengalami kehamilan. Penyebab menopause adalah perubahan kadar hormone akibat bertambahnya usia.

Ini penyebab menopause  

Menopause adalah proses alami yang terjadi akibat proses penuaan. Namun pada beberapa wanita, periode ini bisa datang lebih cepat karena beberapa faktor, mulai dari penyakit hingga efek samping perawatan medis. Dilansir laman Sehatq, Berikut penyebab menopause pada wanita:

1. Perubahan hormon alami akibat bertambahnya usia

Seiring bertambahnya usia, produksi hormon di tubuh akan mengalami perubahan. Memasuki usia 30-an akhir, estrogen dan progesteron yang merupakan hormone seks wanita sekaligus hormon yang mengatur siklus menstruasi akan berkurang jumlahnya.

2. Operasi pengangkatan rahim

Saat rahim diangkat akibat penyakit tertentu, maka siklus menstruasi pun akan ikut berhenti sebab produksi estrogen dan progesteron akan terganggu.

3. Kemoterapi maupun radioterapi

Menopause juga bisa disebabkan oleh efek samping perawatan medis seperti kemoterapi maupun radioterapi yang biasanya dilalui para pasien kanker. Meski begitu, tidak semua pasien yang menjalani kedua perawatan ini pasti akan langsung menopause karena itu semua tergantung dari bagian tubuh mana yang menjadi target perawatan.

4. Kegagalan ovarium prematur (menopause dini)

Sebagian kecil wanita ada yang mengalami menopause sebelum usia 40 tahun. Kondisi ini disebut sebagai menopause dini dan bisa disebabkan oleh kelainan genetik ataupun penyakit autoimun.

Tahapan terjadinya menopause

Menopause alami terjadi secara bertahap, yang diawali dengan melambatnya kinerja ovarium hingga benar-benar berhenti. Perubahan kondisi organ tubuh menuju menopause  disebut dengan perimenopause

Saat menopause terjadi, wanita tidak lagi mengalami menstruasi setelah 12 bulan berturut-turut. Masa sebelum terjadinya menopause namun gejala sudah mulai muncul disebut sebagai perimenopause.

Pada periode perimenopause, wanita masih berpotensi mengalami kehamilan. Sebab, meski waktu menstruasi menjadi sulit diprediksi, indung telur tetap bekerja dan mampu mengalami ovulasi.

Menjelang menopause, periode menstruasi wanita kemungkinan akan berubah. Namun hal ini bersifat individual, ada yang lebih berat atau lebih ringan. Hal tersebut merupakan perubahan yang normal terjadi.

Gejala menopause yang perlu dikenali

Sebelum mengalami menopause, seorang wanita bisa merasakan kepanasan, gangguan tidur, hingga persoalan seksual.

  1. Hot Flashes (Kepanasan)

Gejala menopause yang paling umum terjadi adalah hot flashes. Gejala ini timbul karena rasa panas meluap-luap sesaat, yang membuat wajah dan leher memerah dan menyebabkan bercak merah sementara muncul di dada, punggung, serta lengan.

  1. Gangguan Tidur

Gejala menopause lain yang juga sering dialami oleh wanita adalah mengalami gangguan tidur. Saat hot flashes terjadi pada malam hari, tidur tentu akan terganggu dan keringat pun akan bermunculan.

  1. Masalah Seks

Saat mengalami menopause, wanita akan kekurangan hormon estrogen yang mengakibatkan vagina menjadi kering, gatal, dan iritasi. Hal ini dapat berdampak pada hubungan seks yang menjadi tidak nyaman dan menyakitkan. Selain itu, gairah untuk melakukan seks mungkin menurun.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar