Petani Laporkan Kembali Karyawan PT. DDP ke Polisi

KBRN, Bengkulu: Puluhan Petani di Kecamatan Malin Deman Kabupaten Mukomuko – Bengkulu, Selasa (28/06/2022) melaporkan pencurian buah sawit yang diduga oleh  karyawan PT Daria Dharma Pratama (DDP) ke Polsek Ipuh.

Salah seorang petani pemilik lahan, Poniran mengatakan kejadian bermula sekitar pukul 11.00 WIB  ketika tiga karyawan PT DDP yaitu Anuar sebagai Asisten Lahan, Darto dan Parades sebagai security perusahaan kedapatan hendak memuat Tandan Buah Segar (TBS)  ke dalam truk,  di lahan miliknya.

Kegiatan yang diduganya sudah dilakukan sejak Selasa pagi itu, langsung dihentikan. "Setelah saya hentikan,  dan beberapa petani di sekitar lahan saya datang ke lokasi menemui saya, sehingga pihak karyawan perusahaan tersebut langsung pergi meninggalkan buah sawit tersebut",  ungkap Poniran.

Dikatakan Poniran, dirinya sudah menggarap lahan tersebut sejak 1997 yang awalnya dengan menanam padi selama 4 tahun kemudian kacang juga jagung. Pada 2008, ia mulai menanam sawit di lahan tersebut. “Lahan tersebut sudah memiliki surat keterangan tanah,” ujarnya.

Para petani kembali melaporkan tudingan pencurian sawit itu ke Polsek Ipuh dan membawa barang bukti berupa 910 kilogram buah sawit. Laporan pertama pada 07 Juni 2022 dugaan pencurian di lahan garapan Edi Supri warga desa Lubuk Talang Kecamatan Malin deman.

Petani lainnya yang bernama Suharto mengatakan, puluhan petani di wilayah itu menggarap lahan yang ditelantarkan PT BBS sejak belasan tahun lalu.

Penguasaan lahan oleh petani ini dikuatkan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) tahun 2009 sesuai surat nomor 3207/22.1-500/VIII/2009 yang menyebutkan bahwa lahan HGU PT BBS masuk dalam daftar lahan terlantar.

Konflik muncul setelah PT Daria Dharma Pratama (DDP) mengklaim telah membeli lahan HGU PT BBS dan mulai mengusir petani penggarap. Namun menurut Suhato, hingga saat ini manajemen PT DDP tidak bisa menunjukkan dokumen legalitas perusahaan menguasai HGU PT BBS tersebut.

"Saya berharap aparatur negara,  dalam hal ini aparat kepolisian dapat menindak tegas atas tindakan yang seperti main kucing-kucingan oleh oknum perusahaan ini,”  tutup Suarto. (Lns)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar