SE Gubernur Diteken, Perusahaan Swasta dan Bidang Jasa Bisa Manfaatkan Lab Dinas LHK Bengkulu

Zainubi Zudin, SH

KBRN, Bengkulu : Dengan telah terbitnya Surat Edaran (SE) Gubernur Bengkulu tentang pengujian yang berkaitan dengan lingkungan, perusahaan swasta bidang agro industri, pertambangan energi dan mineral, serta bidang jasa seperti rumah sakit dan hotel, agar memanfaatkan jasa Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Laboratorium Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Bengkulu.

"Sesuai SE Gubernur Bengkulu No 660/952/DLHK/2022 tentang himbauan agar menggunakan jasa pengujian kualitas air, udara dan limbah cair di UPTD Laboratorium Lingkungan DLHK Provinsi. Dimana SE itu didasari PP No 22 tahun 2021 dan Permen LHK No P.23/MEN-LHK/Setjen/Kum.1/10/2020," ungkap Kepala UPTD Laboratorium Dinas LHK Provinsi Bengkulu, Zainubi, SH, dalam keterangannya.

Menurutnya, dalam pengelolaan lingkungan, pengendalian air dan udara kewajiban bagi perusahaan bidang agro industri, pertambangan energi dan mineral serta bidang jasa, seperti rumah sakit dan hotel. Hal itu diatur dalam Permen LHK No 1 tahun 2021 tentang PROPER dan keperluan lain, sesuai aturan yang berlaku.

Bahkan untuk masyarakat umum juga bisa melakukan uji tertentu, seperti air permukaan dan air bawah tanah.

“Dalam pengelolaan lingkungan sebuah perusahaan swasta ataupun milik pemerintah, harus memberikan laporan mulai dari kualitas air, udara dan limbah cair setiap bulan. Tapi sejauh ini yang menggunakan jasa UPTD Laboratorium Lingkungan Dinas LHK baru tujuh perusahaan. Selebihnya kita belum termonitor, tapi hal ini juga harus disesuaikan dengan Amdal perusahaan," kata Zainubi pada Senin, (27/6/2022).

Lebih jauh ia menambahkan, keberadaan SE tersebut juga tidak lepas dari upaya pihaknya untuk mendongrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pengujian dalam pengelolaan lingkungan ini.

Apalagi pada tahun ini pihaknya menargetkan PAD sekitar Rp 3,3 miliar, dan dengan adanya SE tersebut, paling tidak sebesar 15 persen dari target PAD tersebut bisa tercapai.

"Jika selama ini capaian PAD dari sengkor pengujian sampel untuk kualitas air, udara dan limbah cair di UPTD ini baru berkisar Rp 75 juta setahun. Namun jika melihat cukup banyaknya perusahaan yang ada di Provinsi Bengkulu, harusnya bisa lebih. Makanya, dengan adanya SE tersebut, kita berupaya mendongkrak capaian PAD pada sektor ini. Mengingat kita juga sudah memiliki alat lengkap, Sumber Daya Manusia (SDM) serta bekerja sesuai standar operasional prosedur (SOP)," pungkas Zainubi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar