Sikapi Aspirasi APKASINDO, Pemprov Bengkulu Berencana Surati Presiden dan Kementrian Terkait

Dr Gulat ME Manurung dan Wagub Bengkulu Rosjonsyah memberikan keterangan pers

KBRN, Bengkulu : Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu akan mendukung aspirasi para petani kelapa sawit yang tergabung dalam Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), menginginkan agar Presiden Republik Indonesia bersama Kementrian terkait, untuk mengevaluasi Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) N0. 1 tahun 2018 tentang Penetapan Pedoman Harga TBS Kelapa Sawit Produksi Pekebun.

Pernyataan itu diungkapkan Wakil Gubernur Bengkulu Rosjonsyah dalam keterangannya didampingi Ketua Umum Apkasindo Dr. Gulat ME Manurung, seusai pengukuhan kepengurusan DPW Apkasindo Provinsi Bengkulu periode 2022-2027, bertempat di salah satu hotel berbintang di Kota Bengkulu.

“Saya sebagai Wakil Gubernur akan segera berkoordinasi dengan Gubernur, agar Pemprov Bengkulu juga menyurati Bapak Presiden dan Kementrian terkait, sehingga keberadaan Permentan yang hanya mengakomodir pekebun sawit mitra, bisa disempurnakan lagi, sehingga bisa mengatur untuk semua pekebun sawit, baik mitra maupun swadaya,” kata Wagub pada Senin, (27/6/2022).

Dikatakan, pentingnya evaluasi Permentan itu karena keberadaan pekebun mitra di wilayah Povinsi Bengkulu hanya 7 persen. Sedangkan pekebun swadaya di wilayah Provinsi Bengkulu mencapai 93 persen, sehingga ketika kebijakan pemberlakukan harga beli TBS oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) tidak menyentuh pekebun swadaya.

“Kita kasian kepada petani yang mandiri, karena harga beli TBS Sawitnya dibawah harga ketetapan pemerintah daerah,” ujarnya.

Dibagian lain Wagub yang juga Pembina Apkasindo Provinsi Bengkulu menyatakan, adanya 3 kebijakan beban ekspor berupa domestic market obligation (DMO), market price obligation (DPO) dan Flush Out (FO) Minyak Sawit, memang memberatkan pengusaha, namun justru dibebankan kepada petani. Untuk itu Pemprov juga akan menyurati Presiden bersama Kementrian terkait agar meninjau ulang kebijakan dimaksud.

“Saya rasa memang itu solusi mengatasi permasalahan yang dihadapi petani sawit akhir-akhir ini. Mudah-mudahan saja terealisasi dengan harga TBS sawit bisa berlaku normal kembali,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar