Hal yang Harus Dilakukan saat Tekanan Darah Meningkat

KBRN, Bengkulu : Cara terbaik untuk mengontrol tekanan darah tinggi adalah dengan melakukan langkah-langkah kecil secara konsisten. Namun, jika kamu berada dalam keadaan darurat dan mendadak mengalami peningkatan tekanan darah, cobalah untuk tetap tenang. 

Duduk dan fokuslah pada pernapasan, ambil beberapa napas dalam-dalam dan tahan selama beberapa detik sebelum melepaskannya. Minumlah obat penurun tekanan darah jika dokter telah meresepkan sebelumnya. Yuk simak hal yang bisa dilakukan saat tekanan darah meningkat berikut ini!

Cara Mencegah Tekanan Darah yang Meningkat

Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan kondisi yang cukup berisiko. Pasalnya saat tekanan darah seseorang melonjak secara drastis, maka semakin besar risiko penyakit mematikan seperti stroke, pecah pembuluh darah hingga serangan jantung menyerang.  

Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan melonjaknya tekanan darah. Termasuk pola hidup dan keadaan psikologis. Untuk menghindari dampaknya, lakukan pertolongan pertama berikut saat tekanan darah melonjak. Apa saja yang bisa dilakukan?

1. Konsumsi Pisang

Saat tekanan darah naik, usahakanlah untuk segera mengonsumsi makanan yang kaya akan potasium. Salah satu jenis makanan yang kaya akan kalium adalah pisang. Selain pisang, beberapa jenis buah juga memiliki banyak kandungan kalium, seperti melon, kentang, tomat, ubi jalar, jus jeruk dan kacang-kacangan.

Mengonsumsi potasium dalam buah dan sayur setidaknya 2.000 hingga 4.000 mg per hari, dapat membantu menstabilkan tekanan darah tinggi. Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh Harvard Medical School, disebutkan kalau kadar kalium tubuh yang normal penting untuk menjalankan fungsi otot. 

Kalium dapat melemaskan dinding pembuluh darah, menurunkan tekanan darah dan melindungi dari kram otot. Asupan kalium yang rendah dapat meningkatkan tekanan darah dan risiko stroke yang lebih tinggi. 

2. Mengatur Napas

Stres dapat menyebabkan hipertensi melalui peningkatan tekanan darah berulang serta oleh stimulasi sistem saraf untuk menghasilkan sejumlah besar hormon vasokonstriksi yang dapat memicu melonjaknya tekanan darah. 

Jika hal ini terjadi, segeralah atur pernapasan sehingga memberi efek menenangkan pada tubuh. Bernapas secara perlahan dan melakukan meditasi seperti yoga, bisa menurunkan hormon stres.

3. Jalan Cepat atau Jenis Olahraga Lainnya

Melakukan aktivitas fisik secara teratur seperti 150 menit seminggu, atau sekitar 30 menit hampir setiap hari dalam seminggu dapat menurunkan tekanan darah sekitar 5 hingga 8 mm Hg. Penting untuk konsisten karena jika berhenti berolahraga, tekanan darah bisa meningkat lagi. Beberapa contoh latihan aerobik yang dapat dicoba untuk menurunkan tekanan darah termasuk berjalan, joging, bersepeda, berenang atau menari. 

4. Mendengarkan Musik

Menurut jurnal ilmiah yang dipublikasikan oleh National Library of Medicine yang berjudul “Effects of music on systolic blood pressure, diastolic blood pressure, and heart rate: a meta-analysis”, disebutkan bahwa mendengarkan musik dapat membantu menenangkan diri.  

Mendengarkan lagu-lagu dapat menurunkan tekanan darah secara signifikan. Pengidap hipertensi yang rutin mendengarkan lagu selama satu minggu mengalami penurunan kadar sistolik rata-rata 3,2 poin. Setelah sebulan kemudian, kadarnya pun kembali turun sebanyak 4,4 poin.

5. Menghindari Asupan Garam

Terlalu banyak mengonsumsi garam bisa menjadi pemicu naiknya tekanan darah. Artinya, jika kamu memiliki riwayat hipertensi, pastikan untuk tidak mengonsumsi makanan yang mengandung garam atau bumbu penyedap lain secara berlebihan.

Batas aman konsumsi garam harian adalah kurang  dari 1.500 mg atau tidak lebih dari tiga per empat sendok teh. Selain makanan yang dimasak, terkadang garam juga terkandung pada makanan kaleng dan kemasan. Pastikan untuk selalu membaca label sebelum memilih makanan kemasan yang akan dikonsumsi.

6. Makan Cokelat

Pilihlah cokelat hitam atau dark chocolate untuk meredakan hipertensi. Flavonoid dalam cokelat hitam ini dapat menghasilkan oksida nitrat, yang menyebabkan pembuluh darah rileks dan menurunkan tekanan darah tinggi. Namun kamu tetap harus memperhatikan takaran dan tidak mengonsumsi makanan ini secara berlebihan.

7. Mengurangi Beban Pekerjaan 

Cobalah untuk mengurangi sedikit pekerjaan dan rutinitas yang “membosankan”. Kamu bisa menyiasatinya dengan mengerjakan sebuah tugas sesuai waktunya, hingga tidak menumpuk. Sebab memaksakan diri mengerjakan pekerjaan yang terlalu banyak dapat meningkatkan risiko hipertensi hingga 15 persen. Selain itu, terlalu banyak pekerjaan pun bisa membuat seseorang tidak memiliki waktu untuk berolahraga dan makan sehat. 

@halodoc

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar