Tunggu 137 Tower SUTT Terbangun untuk Cukupi Kebutuhan Listrik di Mukomuko

Pembangunan Tower SUTT/Dokumentasi PT PLN

KBRN, Bengkulu : Dampak gangguan saluran distribusi listrik di Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu, mendesak pemerintah daerah melakukan percepatan pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT).

Hal ini guna memenuhi kebutuhan listrik dan menghindari gangguan saluran yang saat ini cukup mengganggu masyarakat Mukomuko. 

Bupati Mukomuko, Sapuan mengatakan progres percepatan pembangunan tapak SUTT terus berlanjut di mana prosesnya saat ini telah mencapai 67,8 persen.

"Pembangunan ini merupakan harapan masyarakat agar kebutuhan listrik tercukupi. Semoga pembangunannya berjalan sampai selesai dan lancar tanpa ada kendala," kata Sapuan, Jumat (24/6/2022).

Berdasarkan laporan dari pihak PT PLN, pembangunan tower SUTT di daerah ini sebanyak 137 titik dan ada sebanyak 19 titik tower di kawasan PT Agro serta 14 titik lainnya di lahan masyarakat yang belum dibangun.

Upaya pembangunan tersebut mengalami kendala sebab 14 titik berada di lahan masyarakat dan perlu ada kesepakatan antara keduanya.

"Pembangunan 19 titik di lahan PT Agro Mukomuko ini akan segera dilaksanakan, hal ini karena sudah ada kesepakatan bersama. Sedangkan untuk 14 titik di lahan masyarakat masih dalam proses semoga bisa segera selesai," kata dia.

Untuk penyelesaian pembangunan di lahan masyarakat bupati memerintahkan jajarannya untuk mencari solusi jalan penyelesaian. Pihaknya berharap masyarakat pemilik lahan agar mempermudah pembangunan SUTT di daerah ini. 

Di lain sisi, Anggota DPRD Provinsi Bengkulu dari Daerah Pemilihan Kabupaten Mukomuko, Fitri meminta PT PLN serius dalam mengatasi pesoalan listrik, khususnya di Kabupaten Mukomuko. Mengingat sampai dengan saat ini, listrik mati masih sangat rutin terjadi di Kabupaten Mukomuko.

"Setiap hari pasti ada matinya, dan yang sangat mengganggu masyarakat konsumen listrik PLN di Kabupaten Mukomuko, listrik sering mati ketika memasuki waktu magrib. Sejauh ini kita tidak tahu apa yang menjadi penyebabnya, karena tidak mungkin juga disebabkan karena PLN melakukan pembersihan jaringan. Masa setiap magrib mati," kata Fitri.

Dengan kondisi ini Fitri menyampaikan, hampir bisa dikatakan jika kondisi listrik PLN di Kabupaten Mukomuko belum normal, seperti halnya daerah lain. Untuk itu pihaknya mengharapkan, PLN serius dalam mengatasi persoalan listrik ini.

Persoalan listrik ini harus mampu ditangani PLN, sehingga masyarakat selaku konsumen listrik dan benar-benar mendapatkan pelayanan yang maksimal dari PLN. Apalagi untuk mendapatkan pelayanan listrik ini masyarakat juga harus dan wajib membayar, dalam artian tidak gratis.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar