Komisi 1 DPR RI Dorong RRI Perkuat Konten Budaya Lokal

KBRN, Bandung : Komisi I DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) Bandung. Kegiatan berlangsung pada Jumat (27/5), di Studio 1 Gedung RRI Bandung.

Kunjungan Komisi I dipimpin ketua tim sekaligus Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto.

Satu di antara materi kunjungan adalah rapat dengar pendapat mengenai eksistensi RRI Bandung dalam mempertahankan konten siaran budaya lokal.

Ada pula pemetaan masalah dan upaya RRI Bandung dalam mengelola aset Pemda untuk operasional kegiatan.

Kunjungan mereka disambut Anggota Dewan Pengawas LPP RRI Enderiman Butar Butar dan Mohamad Kusnaeni. Turut mendampingi Kepala Stasiun RRI Bandung Nawir berserta jajaranya.

Utut Adianto mengatakan pihaknya melakukan kunjungan kerja spesifik ke RRI Bandung karena ada alasan tersendiri. 

"Bandung adalah daerah yang punya sejarah panjang dengan RRI," kata Utut Adianto, usai rapat dengar pendapat.

Dijelaskan Utut, berkurangnya pendengar RRI menjadi sorotan pihaknya, sehingga Komisi I ingin mendorong lembaga ini bisa kembali meraih pendengar sebanyak-banyaknya, Satu di antara contohnya adalah memperkuat konten budaya lokal.

"Kenyataan di lapangan pendengar RRI berkurang jauh. Ini yang harus diatasi," ujar Utut Adianto.

"RRI harus bisa eksis dengan banyak konten budaya lokal dan didorong dengan berbagai media platform yang kekinian.Ini semua masukan dan yang meramu adalah 'sutradara'," katanya.

Sementara Mohamad Kusnaen menyatakan RRI siap mengimplementasikan semua masukan dari Komisi I DPR RI. Hal itu untuk menguatkan siaran RRI dari berbagai aspek.

"RRI sekarang tidak hanya siaran di platform radio atau teks di rri.co.id, tetapi juga punya audio visual RRI Net. Salah satunya berisi kegiatan budaya yang dilakukan satuan kerja di seluruh Indonesia," jelas Bung Kus, panggilan akrabnya.

Di sisi lain Kusnaeni mengatakan RRI juga butuh dukungan untuk pengembangan.

Termasuk transformasi digitali agar RRI bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman.

"RRI harus membentuk yang namanya pusat digitalisasi. Nanti semua yang terkait dengan digital di RRI akan dikelola dengan cara digitali, baik siarannya, pemanfaatan aset, maupun segala macam pengelolaannya," tutur Kusnaeni.

Sedangkan Kepala Stasiun RRI Bandung Nawir menegaskan pihaknya merasa tertantang untuk merespons masukan rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR RI.  

"Insya Allah apa yang menjadi saran konten budaya lokal, akan kami kembangkan," tegas Nawir.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar