Anak-anak Berisiko Tinggi Terkena Wabah Cacar Monyet

KBRN, Jakarta : Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman menyebut anak-anak mempunyai risiko paling tinggi terkena wabah penyakit Cacar Monyet (Monkeypox).  

“Sebetulnya kalau bicara case fatality rate, ini bervariasi dari 1 sampai dengan 15 persen dengan risiko paling  tinggi terutama dikematiannya itu di anak, terutama anak di bawah lima tahun,” kata Dicky dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI baru-baru ini. 

“Karena apa? Mungkin karena sekarang ini juga kita dengar ada yang namanya Hand Foot Mouth Disease ya pada gejala di Monkeypox ini anak itu bisa sulit mendapatkan cairan makanan sehingga itu menurunkan sekali imunitas atau daya tahannya sehingga kematian tertinggi pada usia itu,” tambahnya. 

Dicky mengingatkan perlunya pencegahan agar wabah penyakit ini tidak mau ke daerah yang padat penduduknya dengan sanitasi yang buruk. 

“Secara umum kematiannya sebetulnya kalau di negara yang jauh sanitasinya, imunitas, gizi dan lainnya cukup baik kematiannya di sekitar 1 persen. Tetapi yang menjadi masalah adalah kalau ini masuk ke daerah yang padat penduduknya, sanitasinya buruk itu cukup berbahaya karena di Afrika saja kematiannya 10 persenan artinya kalau ada 100 orang, maka 10 orang bisa meninggal,” terangnya. 

Oleh karenanya, masyarakat harus tetap menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Dicky juga meminta pemerintah untuk memperketat pintu masuk ke Indonesia untuk mencegah penyebaran wabah penyakit Cacar Monyet (Monkeypox). 

Dikutip dari laman WHO, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyampaikan fakta-fakta kunci seputar wabah Monkerpox antara lain : 

Monkeypox disebabkan oleh virus monkeypox, anggota genus Orthopoxvirus dalam famili Poxviridae.

Cacar monyet adalah penyakit zoonosis virus yang terjadi terutama di daerah hutan hujan tropis Afrika Tengah dan Barat dan kadang-kadang diekspor ke daerah lain.

Cacar monyet biasanya muncul secara klinis dengan demam, ruam dan pembengkakan kelenjar getah bening dan dapat menyebabkan berbagai komplikasi medis.

Cacar monyet biasanya merupakan penyakit yang sembuh sendiri dengan gejala yang berlangsung dari 2 hingga 4 minggu.

Kasus yang parah dapat terjadi. Dalam beberapa waktu terakhir, rasio kasus kematian telah sekitar 3-6%.

Monkeypox ditularkan ke manusia melalui kontak dekat dengan orang atau hewan yang terinfeksi, atau dengan bahan yang terkontaminasi virus.

Virus cacar monyet ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui kontak dekat dengan lesi, cairan tubuh, tetesan pernapasan, dan bahan yang terkontaminasi seperti tempat tidur.

Manifestasi klinis cacar monyet mirip dengan cacar, infeksi orthopoxvirus terkait yang dinyatakan diberantas di seluruh dunia pada tahun 1980.

Cacar monyet kurang menular daripada cacar dan menyebabkan penyakit yang kurang parah.

Vaksin yang digunakan selama program pemberantasan cacar juga memberikan perlindungan terhadap cacar monyet. Vaksin yang lebih baru telah dikembangkan yang mana telah disetujui untuk pencegahan cacar monyet.

Agen antivirus yang dikembangkan untuk pengobatan cacar juga telah dilisensikan untuk pengobatan cacar monyet.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar