Panggilan Darurat 112 Kota Bengkulu Resmi Diluncurkan

KBRN, Bengkulu: Panggilan Darurat 112 atau Call Center 112 Kota Bengkulu hari ini, Rabu (18/5/2022) resmi diluncurkan Pemerintah Kota Bengkulu di Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bengkulu oleh Wakil Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi dan mulai bisa dimanfaatkan masyarakat.

Kasub Koordinator Infrastruktur Keperluan Khusus Direktorat Pengembangan Pita Lebar Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Setyo Utomo yang turut hadir dalam  persemian mengatakan, Kota Bengkulu menjadi daerah ke 85 yang memiliki layanan kedaruratan 112 dari 514 Kabupaten Kota se-Indonesia yang menjadi target program Emergency Single Number (Nomor Tunggal Kedaruratan), Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Mengadopsi Call Center 911 milik Amerika Serikat, Panggilan Darurat 112 diproyeksikan menjadi Nomor Tunggal Panggilan Darurat Indonesia yang mensinergikan semua layanan kedaruratan yang butuh penanganan segera.

"Selama ini terjadi pemisahan nomor panggilan darurat dari berbagai sector, misalnya untuk kebakaran menghubungi PBK menggunakan 113, Basarnas – 115, Layanan Kesehatan atau medis – 119, dan 117 digunakan untuk menghubungi Badan Penenggulangan Bencana Nasional – BNPB. Jadi nanti cukup dengan 112," ungkapnya.

Dengan Nomor Panggilan 112 di masing-masing daerah dikelola oleh Dinas Komunikasi dan Informatika, seluruh layanan kedaruratan ini akan disinergikan dan dikelompokkan berdasarkan jenis pengaduan, yang nantinya diteruskan pada dinas instansi terkait.

Penggunaan Call Center 112 ini juga akan berlaku secara nasional, sehingga dimanapun berada, untuk mendapatkan layanan kedaruratan bisa dengan mudah mengingat dan segera mendapatkan penanganan. Karena nomor layanan itu disediakan untuk kejadian darurat, masyarakat pun diharapkan tidak sembarangan menghubungi, jika pengaduan yang akan disampaikan tidak bersifat darurat diminta untuk menghubungi kanal atau saluran layanan lainnya.

Disisi lain, Wakil Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi sangat mengapresiasi Call Center 112 Kota Bengkulu yang diharapkan kedepan juga bisa semakin dikembangkan dan disinergikan dengan program yang dikembangkan Pemerintah Daerah.

Hanya saja Dedy Wahyudi berpesan agar ketersediaan layanan itu benar-benar bisa diefektifkan. Karena dikatakannya sebaik dan secanggih apapun fitur teknologi yang digunakan, jika tidak ada respon atau tidak ditindaklanjuti maka akan percuma.

“Yang terpenting adalah responnya, quick respon (respon cepat). Istilah Pak Jokowi, bukan hanya sent tapi delivery. Artinya bukan hanya orang sudah melapor saja, tapi apa tindak lanjutnya.” ujarnya mengingatkan.  

Sementara itu Pimpinan Digital Sandi Informasi – DSI, Erick Pribadi yang menjadi pihak penyedia layanan 112 menyampaikan layanan tersebut bisa diakses bebas oleh masyarakat tanpa terkendala pulsa atau provider (jenis layanan kartu seluler) bahkan jika perangkat gawai yang digunakan dalam keadaan terkunci, layanan darurat ini tetap bisa diakses.     

Untuk memastikan layanan berjalan dengan baik, Wakil Walikota, Perwakilan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Pihak Digital Sandi Informasi – DSI, yang menjadi pihak penyedia layanan 112, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kota Bengkulu, serta Jajaran Kepala Dinas, Kantor dan Badan di Lingkungan Pemda Kota Bengkulu juga berkesempatan memantau ruang call center dan melihat simulasi cara kerja petugas ketika mengakomodir pengaduan kedaruratan yang diterima.

Untuk Provinsi Bengkulu, Kota Bengkulu menjadi daerah pertama yang memiliki layanan ini. Selanjutnya direncanakan juga akan diluncurkan di Kabupaten Seluma dan Bengkulu Selatan. (Lns)  

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar