20 Tahun Terakhir, Kondisi DAS Bengkulu Semakin Kritis

KBRN, Bengkulu: Daerah Aliran Sungai – DAS Bengkulu dalam dua puluh tahun terakhir kondisinya kritis dengan tingkat pencemaran sampah dan zat berbahaya yang sangat tinggi.

Ketua Forum DAS Bengkulu, Joni Irwan mengatakan DAS Air Bengkulu dari hasil uji kualitas air, baik tingkat Provinsi Bengkulu maupun regional sumatera menyatakan DAS Air Bengkulu paling rusak, paling kritis dan paling tercemar.

"Karena sepanjang tahun air sungai Bengkulu ini keruh, sekalipun bukan di musim penghujan. Aktivitas enam perusahaan tambang, dua pabrik karet, tiga pabrik Crude Palm Oil – CPO, perkebunan warga di bagian hulu yang berada di Kabupaten Bengkulu Tengah menjadi penyumbang pencemaran air sungai ini," ujar Joni Irwan.

Sungai yang berada di kawasan pemukiman dari Kabupaten hingga Kota dengan bagian hilir di Pantai, juga menjadikan aliran sungai yang dimanfaatkan PDAM Bengkulu untuk air kelola itu tempat membuang sampah dan limbah rumah tangga, menjadi penyumbang pencemaran DAS Air Bengkulu.

"Dari penelitian terakhir yang dilakukan, mendapati kandungan zat kimia seperti khlorin, phospat, mangan termasuk mikroplastik berada diatas ambang baku mutu yang berbahaya bagi kesehatan manusia." ungkapnya.

Kandungan zat berbahaya ini dikatakan Joni Irwan, ternyata juga terdeteksi di Sungai Nelas yang secara fisik terlihat lebih jernih dibandingkan dengan Sungai Air Bengkulu.

Joni Irwan berharap kondisi pencemaran DAS di Bengkulu ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah juga pusat, karena menurutnya langkah yang baru dilakukan saat ini baru sebatas pengelolaan DAS Air Bengkulu untuk antisipasi banjir yang kewenangannya sudah diserahkan ke Pemerintah Pusat. Namun untuk langkah penanganan pencemaran sampah dan zat berbahaya lainnya yang akan berdampak jangka panjang terhadap kesehatan masyarakat, sampai saat ini belum dilakukan Pemerintah baik dari sisi regulasi, program maupun penindakan. (Lns)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar