Buka Keterisoliran Warga Sungai Lisai, Jalan Tembus Lebong-Merangin Minta Direalisasikan

KBRN, Bengkulu : Anggota DPRD Provinsi yang juga Ketua Asosiasi Desa Wisata (ASIDEWI) Provinsi Bengkulu, Suimi Fales menilai, pembangunan jalan tembus Lebong Provinsi Bengkulu-Merangin Provinsi Jambi, diyakini sebagai langkah satu-satunya untuk dapat menyelematkan warga Sungai Lisai (SL) Kabupaten Lebong.

Terlebih Suimi Fales yang baru-baru ini pulang setelah mengunjungi desa Sungai Lisai, sempat berdiskusi dengan warga Desa Sungai Lisai yang berada dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS) tersebut.

Apalagi sebelum kawasan itu ditetapkan menjadi TNKS, nenek moyang warga desa yang saat ini terdapat sekitar 89 Kepala Keluarga (KK), sudah lebih dulu tinggal di desa tersebut, sangat terisolir.

Bahkan untuk menuju kesana dari Desa Sebelat Ulu membutuhkan waktu sekitar 5 jam jalan kaki. Sedangkan jika orang Sungai Lisai itu sendiri sekitar 3,5 jam.

"Memang terdapat armada motor, tapi hanya warga Sungai Lisai yang punya dan armada itu pun sudah dimodifikasi. Jadi kondisinya sangat memprihatinkan," kata pria yang akrab disapa Wan Sui, pada Selasa, (25/1/2022).

Lanjut Wan Sui, untuk aliran listrik di desa itu, bersumber dari kincir air. Sedangkan jaringan internet tidak ada. Terlebih  dirinya dan rombongan yang membawa Handphone tak ada gunanya.

"Untuk siaran televisi ada, tapi warga disana menggunakan parabola. Mirisnya pernah ada orang yang sakit, ketika dibawa dengan cara digotong, meninggal diperjalanan, sehingga dibawa pulang dan dimakamkan," kenang Wan Sui. Disisi lain, Wan Sui juga menyampaikan, terpenting sekarang ini bagaimana warga Sungai Lisai itu diperhatikan secara serius.

Salah satu cara untuk menyelamatkan warga desa tersebut, wacana jalan tembus Lebong tepatnya Sebelat Ulu-Sungai Lisai-Merangin harus terealisasi.

"Terkait pembangunan jalan tembus itu terganjal kawasan TNKS. Tapi walaupun aturan melarang, tapi setidak-tidaknya harus ada kebijakan. Jangan mentang-mentang TNKS sebagai paru-paru dunia, tapi paru-paru warga Sungai Lisai malah diabaikan. Kondisi warga di sana saat ini tengah sesak. Makanya harus diberikan perhatian serius oleh pemerintah daerah," demikian Wan Sui.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar