FOKUS: #CORONA

Antisipasi peningkatan PPKM, Masyarakat Diharapkan Ketat Prokes

KBRN, Bengkulu: Kota Bengkulu ditetapkan masuk dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2, selama 14 hari terhitung mulai tanggal 18 sampai 31 Januari 2022 mendatang.

Adanya temuan satu kasus Covid 19 positif di 11 Januari 2022 lalu serta capaian vaksinasi covid 19 untuk kalangan Lansia, menjadi parameter peningkatan level daerah yang berakibat pembatasan kegiatan masyarakat sebagaimana aturan dari Pemerintah Pusat.

“Sampai saat ini memang kasus covid 19 di Kota Bengkulu sudah dinyatakan nol karena temuan sebelumnya sudah sembuh. Disamping itu, dari hasil penelusuran kasus covid lalu, dengan 50 sampel sebaran kontak erat dinyatakan negative, mengindikasikan bukan paparan covid varian omicron.” ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Nelli Hartati, SKM, MM dalam dialog Bengkulu Menyapa dengan Tema “Waspada PPKM Level 2 di Kota Bengkulu”, Senin (24/1).

Kendati demikian, pihaknya berharap masyarakat tidak lengah dan tetap disiplin menerapkan Protokol Kesehatan dengan tetap memakai masker, rajin mencuci tangan, mengurangi mobilisasi, menghindari berkerumun serta juga menjaga jarak.

Masyarakat yang bepergian dari luar daerah terutama dengan kasus covid yang tinggi seperti dari pulau Jawa dan Bali, diharapkan melakukan isolasi mandiri selama minimal 5 hari sembari memantau kondisi tubuh, jika terdapat gejala demam, flu atau pilek, sakit kepala dan nyeri sendi, diminta untuk memeriksakan diri ke dokter untuk mengantisipasi paparan covid 19.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bengkulu, Dr. Eko Agusrianto yang meminta agar masyarakat mewaspadai perkembangan kasus covid yang mengalami peningkatan secara nasional.

Walaupun mengharapkan masyarakat tidak bersikap berlebihan atau paranoid dengan keadaan saat ini, namun ditegaskannya peningkatan level PPKM di Kota Bengkulu harus diantisipasi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Masyarakat juga diharapkan mendukung program vaksinasi yang digencarkan Pemerintah saat ini, mengingat peningkatan level PPKM daerah ternyata juga dipicu capaian vaksinasi lansia yang rendah.

“Artinya jangan sampai kita loss control atau lepas kendali, sehingga bukan kasus lagi yang menaikkan level kita tetapi pelanggaran. Kita melalui stakeholders terkait meskipun dalam situasi normal tetap mengingatkan untuk membiasakan kehidupan normal ini dengan menerapkan protokol kesehatan.” ujarnya.

Dengan adanya prediksi peningkatan kasus omicron di bulan Februari sampai Maret mendatang, masyarakat diharapkan bekerjasama untuk mengantisipasi perkembangannya di daerah, sehingga level PPKM di Kota Bengkulu tidak meningkat bahkan diturunkan, agar pada bulan Maret hingga April dengan banyaknya agenda daerah serta kegiatan keagamaan seperti Puasa dan Lebaran, bisa dilalui masyarakat dengan nyaman tanpa PPKM. (Lns)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar