DPRD Diminta Diskualifikasi Calon Komisioner KPID Mantan Narapidana

KBRN, Bengkulu : Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Paralegal Fakultas Hukum Universitas Bengkulu (FH-UNIB) pada Kamis, (20/1/2022) mendatangi gedung DPRD Provinsi Bengkulu, untuk menyampaikan surat terkait lanjutan seleksi anggota Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Bengkulu.

Terlebih pihak DPRD Provinsi melalui Komisi 1, telah mengumumkan 21 nama yang lolos ke tahap selanjutnya.

Surat yang disampaikan mereka menyoal ada satu nama yang dinilai tidak layak untuk menjadi komisioner KPID periode mendatang. Terlebih satu nama tersebut pernah menjadi mantan terdakwa kasus korupsi serta disinyalir salah satu anggota partai politik.

"Kami ingin mengawal seleksi calon komisioner KPID yang sedang berlangsung. Apalagi panitia seleksi (pansel) sebelumnya telah memasukan satu nama itu untuk mengikuti tahapan uji kompetensi oleh Komisi 1 DPRD Provinsi Bengkulu,” ujar Ketua Paralegal FH UNIB Muhammad Fahmi Alib dalam keterangannya.

Dikatakan, dengan adanya surat yang berisi keberatan dari pihaknya, bisa menjadi pertimbangan Komisi 1 DPRD Provinsi. Apalagi sampai bertentangan dengan aturan berlaku, tentu juga dikawatirkan akan terjadi pertentangan dari publik, lantaran mantan narapidana berpeluang kembali menjadi pejabat publik.

“Kami minta pihak DPRD Provinsi jika soal itu bertentangan dengan aturan, sebaiknya mendiskualifikasi satu nama tersebut. Pasalnya jangan sampai nantinya seolah-olah di Bengkulu kekurangan sosok yang kredibel dan kompeten dalam mengisi komisioner KPID," jelasnya.

Sementara itu, kendatangan mahasiswa paralegal disambut Sekretaris DPRD Provinsi Nandar Munadi, lantaran seluruh anggota DPRD Provinsi sedang Dinas Luar.

Dalam kesempatan itu ia menyatakan siap menyampaikan aspirasi mahasiswa ke Komisi 1 DPRD Provinsi Bengkulu.

Dibagian lain, satu nama calon komisioner KPID yang dituduhkan belum memberikan keterangan resmi, apakah keberatan dengan sanggahan mahasiswa tersebut atau tidaknya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar