Soal Perjalanan Dinas DPRD, Sekwan Provinsi Akui Ada Rekom BPK

KBRN, Bengkulu : Pihak Sekretariat DPRD Provinsi Bengkulu mengakui adanya rekomendasi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Bengkulu, terkait perjalanan dinas Anggota DPRD Provinsi Bengkulu tahun anggaran 2020 lalu.

Sekretaris DPRD (Sekwan) Provinsi Bengkulu H. Nandar Munadi yang mengakui baru menjabat sudah mempelajari dan melihat Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK dalam hal perjalanan dinas Anggota DPRD Provinsi Bengkulu tahun 2020 lalu.

Dimana dalam perjalanan dinas yang dilakukan anggota DPRD Provinsi menggunakan sistem at cost atau dibayar sesuai dengan kebutuhan, yang terdapat didalamnya, tiket pesawat, penginapan, uang makan dan saku, tidak menjadi persoalan.Apalagi soal penggunaan 30 persen dari anggaran fasilitas hotel, diakui, memang berdasarkan aturan pemerintah pusat dan daerah, dimungkinkan untuk menggunakannya.

"Anggota DPRD Provinsi sebenarnya tidak salah, namun masalah kepatutan, efisiensi dan efektivitas ini yang disarankan oleh BPK terhadap LHP perjalanan dinas tersebut," ujar  Nandar pada Kamis, (20/1/2022).

Selain itu Nandar menyampaikan, pihak BPK juga tidak menyebutkan adanya kerugian negara yang harus dikembalikan terkait perjalanan dinas tersebut. Tetapi kembali mengenai kepatutan, efisiensi dan efektifitasnya yang harus diperbaiki berdasarkan rekomendasi BPK RI perwakilan Bengkulu.

"Anggota DPRD Provinsi kedepannya agar melakukan dan mempertimbangkan kepatutan yang direkomendasikan oleh BPK tersebut. Artinya harus ada perbaikan kedepannya. Mengingat tindaklanjut yang harus memang perlu dilakukan untuk perbaikan bersama," kata mantan Sekda Kabupaten Kaur ini.

Diketahui, dari LHP BPK RI Perwakilan Provinsi Bengkulu menemukan perjalanan dinas anggota dan unsur pimpinan DPRD Provinsi Bengkulu sebanyak 1.241 kali selama tahun anggaran 2020 lalu.

Terlebih perjalanan dinas itu ditengah pandemi Covid-19, termasuk saat juga Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Dari hasil LHP BPK  itu juga, untuk Unsur Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi melakukan 1.241 Perjalanan Dinas keluar kota, dengan menghabiskan anggaran APBD hingga Rp. 28.985.483.473 miliar pada tahun 2020 lalu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar