FOKUS: #VAKSIN COVID

Kota Bengkulu Persiapkan Vaksinasi C19 untuk Anak 6-11 Tahun

KBRN, Bengkulu: Vaksin anak umur 6 – 11 tahun di Kota Bengkulu saat ini sedang dipersiapkan yang diawali dengan pendataan anak di seluruh sekolah tingkat SD.

Seperti yang dilakukan di SD Negeri 20 Kota Bengkulu, sebanyak 400-an siswa di sekolah itu yang ditargetkan akan mendapatkan vaksin covid 19 yang direncanakan berjalan dalam dua hari kedepan yakni Selasa dan Rabu.

“Saat ini kita sedang melakukan pendataan juga sosialisasi untuk pelaksanaan vaksin yang akan dilakukan hari Selasa dan Rabu besok. Kalau disekolah ini terdapat kurang lebih 15 siswa yang sudah menjalani vaksin secara mandiri,” ungkap Kepala SD Negeri 20 Kota Bengkulu, Almin, Senin (17/1).

Di SD Negeri 20 Kota Bengkulu pihaknya mendata sebanyak 400-an anak yang akan mendapatkan vaksin covid 19 melalui kegiatan vaksinasi massal yang akan diselenggarakan bekerjasama dengan Kodim dan Rumah Sakit DKT. “Dengan pengarahan Walikota hari ini, diharapkan nantinya juga akan semakin memberikan kesadaran terhadap pentingnya vaksin ini bagi anak,” tambahnya.

Sementara itu Walikota Bengkulu, Helmi Hasan dalam penyampaiannya mengharapkan orang tua wali murid bisa mendukung program vaksinasi anak umur 6 – 11 tahun yang akan diselenggarakan di sekolah-sekolah se-Kota Bengkulu.

“Setelah vaksin lansia, kita akan lanjutkan dengan vaksin anak ini. Vaksin covid 19 bagi anak sangat penting untuk memberikan perlindungan kepada anak, apalagi saat ini sudah masuk pembelajaran tatap muka. Jadi guru dan siswa harus mendapatkan vaksin ini,” imbau Walikota, apalagi saat ini dengan merebak nya varian omicron yang diharapkan juga penyebarannya bisa ditekan dan diantisipasi di Kota Bengkulu.

Vaksinasi covid 19 diharapkan bisa diberikan kepada seluruh anak yang menjadi sasaran di Kota Bengkulu, untuk upaya perlindungan disamping ketat menerapkan protokol kesehatan juga harus terus dijalankan. Walikota Bengkulu mengatakan, jika terdapat orang tua wali siswa yang keberatan mengizinkan anak mendapatkan vaksin, akan dilakukan pendekatan mengantisipasi pengaruh hoax atau berita bohong terkait dampak negative vaksin yang dianggap bisa merugikan. (Lns)

Foto: Dok. Dinas Kominfo Kota Bengkulu (Oki)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar