FOKUS: #VAKSIN COVID

Persentse Rendah, Vaksin Booster di Kota Bengkulu Khusus Lansia

KBRN, Bengkulu: Pencapaian vaksinasi covid 19 kalangan lansia di Kota Bengkulu belum mencapai target minimal 60%.

Dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, kondisi itu menjadi kendala pelaksanaan vaksinasi booster yang merupakan vaksin ketiga atau vaksin tambahan untuk umum yang secara nasional di launching per 12 Januari 2022 lalu. Tidak hanya itu, vaksinasi anak usia 6 – 11 tahun juga harus tertunda hingga pencapaian vaksin lansia memenuhi target, sebagaimana ketentuan dari Kementerian Kesehatan RI.

“Karena persentase vaksin lansia belum mencapai target jadi vaksin booster untuk umum ditunda dulu. Jadi booster hanya dilayani untuk lansia khusus untuk Kota Bengkulu,” ungkap Herwan Antoni, Jumat (14/1).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Nelli Hartati menyampaikan factor penyebab sulitnya pencapaian target vaksinasi lansia di Kota Bengkulu sebagian besar dikarenakan serapan informasi di kalangan lansia yang belum tentu kebenarannya terkait vaksin covid 19.

Kondisi psikologis dan kesehatan lansia dengan penyakit penyerta atau komorbit, juga menjadi kekhawatiran tersendiri. Banyak lansia yang enggan disuntik vaksin covid 19, padahal dari sisi kerentanan justru kalangan lansia dan anak-anak seharusnya menjadi prioriras mendapatkan perlindungan melalui vaksin tersebut.

Sementara itu dari suara para lansia yang ditemui RRI juga membenarkan bahwa penolakkan mereka selama ini untuk mendapatkan vaksin, karena kendala penyakit yang dikhawatirkan memburuk pasca disuntik vaksin seperti informasi yang mereka dengar di berbagai daerah melalui pemberitaan.

“Kami ini sebenarnya takut, dari yang kami dengar ada yang lumpuh sesudah divaksin, ada yang meninggal. Jadi kami takut apalagi saya darah tinggi 200 lebih (tekanan darah),” ungkap Ahmad Badri (74) warga Tengah Padang Kecamatan Teluk Segara tentang kecemasannya.

Sedangkan Rahmi (63), Warga Kelurahan Berkas Kecamatan Teluk Segara mengatakan dirinya selama ini belum vaksin dikarenakan kendala pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan.

Pada hari pelaksanaan vaksin, karyawan di salah satu rumah makan itu diperbolehkan libur sehingga memutuskan untuk ikut vaksin.

Rahmi mengatakan tidak khawatir namun tetap mempersiapkan diri dengan istirahat yang cukup serta makan terlebih dahulu sebelum vaksin. (Lns)  

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar